Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[VIRAL] Dua Perempuan Bulukumba Minta Maaf ke Polisi Usai Video Parodi Ayat Al-Quran Viral Picu Kemarahan

 Ini dia dua perempuan Bulukumba viral karena pelesetkan makna Al-Quran. Mereka dilaporkan polisi dan kini minta maaf secara terbuka.  (ISTIMEWA)

Repelita Bulukumba - Jagat media sosial kembali digemparkan oleh konten ceroboh dua perempuan asal Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan yang menyentuh ranah sensitif agama sehingga memicu kemarahan publik luas.

Keduanya terpaksa berurusan dengan kepolisian setelah video parodi yang memelintir makna ayat Al-Quran menjadi kalimat candaan tidak pantas menjadi viral di platform Facebook.

Setelah dilaporkan ke Polres Bulukumba dan mendapat kecaman keras dari masyarakat kedua perempuan berinisial IT pemilik akun Irma Tanami serta IAR pemilik akun Nona Ayu akhirnya menyerahkan diri pada Jumat 27 Februari 2026.

Mereka menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video klarifikasi di Polres Bulukumba dengan mengakui kesalahan yang telah dibuat.

"Saya mengakui telah membuat konten yang sempat viral itu, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang merasa dirugikan, dan saya berjanji tidak akan mengulanginya kembali," ujar mereka dalam video klarifikasi tersebut.

Ketua Majelis Da'i Muda Bulukumba Ikhwan Bahar menyatakan bahwa pihaknya mengambil langkah tegas karena keresahan masyarakat sudah mencapai titik tidak tertahankan lagi.

Setelah penelusuran mendalam konten tersebut dinilai masuk kategori penistaan agama sehingga memerlukan penanganan serius dari aparat penegak hukum.

"Kami meminta pihak Polres untuk mengambil kedua pelaku, dan mereka sudah menyerahkan diri. Kami sudah mendapatkan klarifikasi malam ini," jelas Ikhwan Bahar dikutip Jumat 27 Februari 2026.

Ikhwan menekankan bahwa meskipun permohonan maaf telah disampaikan kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh konten kreator di media sosial.

Ia berharap tidak ada lagi pihak yang menjadikan agama sebagai bahan lelucon semata demi mengejar popularitas atau engagement semu.

"Ini yang pertama dan terakhir. Jangan sampai menjadi contoh bagi konten kreator yang lain," pungkasnya dengan tegas.

Kasus ini menjadi pengingat kuat bagi warganet bahwa kebebasan berekspresi memiliki batasan etika dan hukum yang jelas terutama ketika menyentuh nilai-nilai suci agama.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved