/2024/08/27/353905685.jpg)
Repelita Jakarta - Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menyarankan agar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mempertimbangkan pencalonan Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2029.
Menurutnya langkah tersebut akan memberikan kejutan besar dibandingkan opsi lain seperti mengusung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Hendri Satrio menyatakan “Akan jadi mengejutkan bila nanti tiba-tiba PDI Perjuangan mencalonkan Megawati Soekarnoputri, mungkin saja ia dicalonkan karena faktor perhelatan panggung terakhir Megawati” dikutip pada Sabtu 12 Februari 2026.
Sebagai Ketua Umum PDIP Megawati dinilai bukan hanya simbol melainkan figur yang masih memiliki daya tarik politik kuat di mata pendukung partai.
Ia menjelaskan bahwa mengusung Megawati akan membawa keuntungan signifikan khususnya efek ekor jas yang dapat meningkatkan perolehan suara PDIP secara keseluruhan.
Hendri Satrio menambahkan bahwa pencalonan tersebut juga akan mengubah konstelasi Pilpres terutama jika berhadapan dengan petahana Prabowo Subianto mengingat hubungan keduanya yang relatif baik meski PDIP berada di posisi oposisi.
Menurutnya efek ekor jas dari Megawati akan sangat besar bagi PDIP karena dukungan terhadapnya di kalangan simpatisan dan kader partai masih sangat tinggi.
Hendri Satrio menyatakan “Karena Prabowo akhirnya juga punya lawan, dan selama ini hubungan mereka juga baik walaupun terkesan Megawati oposisi, tapi coattail effect buat PDI Perjuangan-nya itu besar banget.”
Ia menegaskan bahwa jika Megawati maju dukungan dari basis massa PDIP akan menjadi magnet kuat yang mendorong peningkatan suara partai secara signifikan.
Hendri Satrio menjelaskan “Kalau buat simpatisan, kader, pendukung PDI Perjuangan, Megawati ini gede banget dukungannya. Jadi kalau dia maju pasti coattail effect PDI Perjuangannya juga naik.”
Meski demikian ia mengakui peluang kemenangan Megawati melawan Prabowo sebagai petahana relatif kecil karena belum ada petahana yang kalah dalam pemilu presiden sejak tahun 2004.
Hendri Satrio menyatakan “Memang kalau lawan Pak Prabowo ini, memang sulit dikalahkan karena dia petahana dan sejauh ini belum ada petahana yang kalah dalam Pemilu kita sejak 2004.”
Namun fokus utama yang perlu dipertimbangkan PDIP menurutnya adalah dampak positif terhadap perolehan suara partai pada Pemilihan Legislatif.
Ia menekankan bahwa tanpa Megawati sebagai capres PDIP berisiko kehilangan posisi sebagai pemenang Pileg yang telah diraih tiga kali berturut-turut.
Hendri Satrio menegaskan “Tapi untuk coattail effect PDI Perjuangan, harus Megawati Soekarnoputri. Karena kalau enggak Bu Mega, ini bisa jadi kalah sama Gerindra nanti, putus rekor mereka di Pileg yang sudah hattrick.”
Menurut kalkulasinya Partai Gerindra akan berupaya keras meningkatkan suara pada Pileg 2029 hingga mencapai angka sekitar 35 persen yang dianggap tidak mustahil.
Hendri Satrio menyimpulkan “Saya menduga Gerindra akan genjot kenceng pileg ini, angka sekitar 35% di 2029 itu menurut saya enggak mustahil buat ditembus oleh Gerindra.”(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

