Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Seribu Teman Terlalu Sedikit, Satu Musuh Terlalu Banyak: Politik Luar Negeri Baru Indonesia di Bawah Prabowo

 Seribu Teman Terlalu Sedikit, Satu Musuh Terlalu Banyak: Politik Luar Negeri Indonesia di Bawah Prabowo Subianto

Repelita Jakarta - Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York pada 23 September 2025 menjadi babak baru dalam arah kebijakan politik luar negeri Indonesia.

Setelah delapan puluh tahun merdeka dengan tujuh kali pergantian presiden Indonesia tidak pernah secara terbuka tentang keberadaan Israel namun di forum internasional itu Prabowo mengambil langkah berani.

Berbicara dengan penuh percaya diri di podium PBB Prabowo menyatakan komitmen Indonesia terhadap perdamaian di Gaza bahkan berjanji mengirimkan pasukan penjaga perdamaian.

Tanpa diduga Prabowo juga meminta pemimpin dunia untuk menjaga keamanan Israel sebelum akhirnya menutup pidato dengan seruan perdamaian.

"Sebagai penutup saya ingin menegaskan kembali dukungan penuh Indonesia terhadap Solusi Dua Negara di Palestina. Kita harus memiliki Palestina yang merdeka namun juga harus mengakui dan menjamin keamanan serta keselamatan Israel," ujar Presiden ke-8 Indonesia itu.

"Hanya dengan demikian kita dapat mencapai perdamaian sejati perdamaian tanpa kebencian perdamaian tanpa kecurigaan," tegasnya dalam pidato berbahasa Inggris yang disaksikan para pemimpin dunia.

Pidato Prabowo itu tak hanya menuai pujian dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetapi juga dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Atas pidato tersebut lantas tersebar rumor bahwa Prabowo akan mengunjungi Israel seperti yang diberitakan beberapa media di negara itu.

Kementerian Luar Negeri RI melalui Menlu Sugiono buru-buru membantah rumor soal rencana kunjungan Prabowo ke Israel.

Prabowo dan rombongan akhirnya tiba kembali di Indonesia melalui Bandara Halim Perdanakusuma pada 14 Oktober 2025 tanpa singgah ke Israel.

Dikutip dari analisis Ahmad Rizky M Umar mahasiswa program doktor di Aberystwyth University Inggris ada dua faktor pendorong yang membuat Prabowo terlihat dekat dengan Israel.

Pertama keterlibatan Prabowo dengan Israel yang sebenarnya sudah dijalin cukup lama dan kedua ambisi untuk mempertahankan hubungan dekat dengan Trump.

Kedekatan Prabowo dengan Israel sudah menjadi rahasia umum dan media Israel The Jerusalem Post pada 2022 memberitakan Prabowo telah berupaya menggunakan kerja sama pertanian sebagai sarana normalisasi.

Dalam kapasitas sebagai Menteri Pertahanan Prabowo dilaporkan bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Israel Eyal Hulata dan kuasa usaha di Bahrain Itay Tagner.

Keterpilihan Trump sebagai Presiden AS memberikan insentif lebih lanjut bagi ambisi Prabowo untuk memainkan peran yang lebih besar dalam politik internasional.

Prabowo menemui Trump ketika ia mengunjungi Amerika Serikat pada 2024 sebelum pelantikan Presiden AS dan Trump memuji Prabowo atas kefasihannya berbahasa Inggris.

Meskipun Prabowo tidak meninggalkan keterlibatan Indonesia dengan China ia melihat peluang untuk terlibat dengan aliansi sayap kanan baru Trump yang juga mencakup Netanyahu.

Pada 22 Januari 2026 Prabowo menandatangani keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace Dewan Perdamaian untuk Gaza hasil bentukan Presiden AS Donald Trump.

Indonesia resmi bergabung dengan BoP yang beranggotakan negara-negara yang berkomitmen mendukung perdamaian di Gaza pascakonflik.

Janji Prabowo untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian juga semakin konkret dengan persiapan pengiriman ribuan personel TNI.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah tengah memfinalisasi rencana pengiriman ribuan personel TNI untuk misi perdamaian di Gaza di bawah naungan BoP.

"Jumlah personel yang kemungkinan akan kami kerahkan ke Gaza sekitar 8.000 personel," ujar Prasetyo Hadi di Jakarta.

Sejak era Soeharto Indonesia secara konsisten memprioritaskan isu-isu regional dengan memposisikan ASEAN sebagai inti kebijakan luar negeri Indonesia.

Soal urusan dengan negara-negara Timur Tengah Indonesia biasanya menggunakan organisasi regional dan internasional khususnya Organisasi Konferensi Islam.

Dalam pidatonya sebagai Calon Presiden RI di forum diskusi Centre for Strategic and International Studies di Jakarta pada 13 November 2023 Prabowo menguraikan pendekatan kebijakan luar negerinya.

Ia menggunakan slogan seribu teman terlalu sedikit satu musuh terlalu banyak sebagai filosofi diplomasinya yang ingin merangkul semua pihak.

Manifesto kampanye Prabowo dan Partai Gerindra menguraikan pendekatan kebijakan luar negeri yang lebih ambisius di luar kerangka ASEAN.

Mereka menganggap ASEAN sebagai kerangka kebijakan luar negeri yang terbatas dan bercita-cita untuk kebijakan luar negeri yang lebih kuat demi melindungi kepentingan nasional.

Prabowo mengambil risiko dengan tidak hanya fokus pada ASEAN untuk memproyeksikan peran global bagi Indonesia.

Dalam tatanan internasional yang semakin tidak pasti pertaruhan Prabowo Subianto pada akhirnya diharapkan membuahkan hasil bagi posisi Indonesia di dunia internasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved