Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Rocky Gerung: Buzzer Nggak Mau Jokowi Sehat

 

Repelita Jakarta - Pengamat politik Rocky Gerung menyatakan bahwa mantan Presiden Joko Widodo mengalami kondisi post power syndrome karena terus berupaya mempertahankan pengaruh kekuasaan pasca menjabat.

Menurut Rocky Gerung upaya tersebut dipicu oleh ketidakmampuan putranya Gibran Rakabuming Raka dalam memenuhi harapan awal untuk memimpin negara dengan kapasitas yang memadai.

Rocky Gerung menilai Joko Widodo merasa terganggu oleh ejekan netizen sehingga sebagai respons ia berusaha melanjutkan kekuasaan yang pernah dipegangnya.

Ia menyoroti kesalahan utama Joko Widodo yaitu membiayai kelompok pendengung atau buzzer untuk mempromosikan Gibran serta Partai Solidaritas Indonesia yang kemudian menciptakan ketergantungan karena pembayaran berkelanjutan.

Rocky Gerung menjelaskan bahwa buzzer tersebut tidak menginginkan Joko Widodo berada dalam kondisi sehat karena apabila mantan presiden tersebut sehat maka sumber pekerjaan mereka akan lenyap.

Sebagai ilustrasi ia menyebut kemungkinan penyelesaian perkara dugaan ijazah palsu melalui pendekatan keadilan restoratif yang melibatkan pihak-pihak terkait sehingga isu tersebut berakhir tanpa proses hukum lanjutan.

Menurut Rocky Gerung apabila kesepakatan diam-diam tercapai maka pendapatan buzzer akan terhenti sehingga mereka terus mempertahankan kontroversi agar tetap mendapatkan imbalan.

Ia menilai pendukung Joko Widodo membiarkan mantan presiden tersebut dikuasai hasrat berkuasa meskipun menyadari bahwa Gibran tidak mampu meneruskan ambisi tersebut dari berbagai aspek.

Rocky Gerung menyatakan bahwa kegelisahan Joko Widodo tidak hanya berasal dari masa depan anaknya melainkan juga dari upaya melindungi rekam jejak masa lalunya sendiri.

Menurutnya kondisi psikologis tersebut bersifat sementara dan dapat diatasi dengan menghindari akses media sosial selama seminggu sehingga gejala kegelisahan dapat hilang.

Rocky Gerung menambahkan bahwa jika akar masalah utama adalah Gibran maka Joko Widodo dapat membatalkan seluruh ambisi politik untuk putranya sebagai bentuk pelepasan dari sindrom kekuasaan tersebut.

Sebelumnya Joko Widodo menyatakan kesiapan bekerja mati-matian demi Partai Solidaritas Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional PSI di Claro Hotel Makassar Sulawesi Selatan pada Sabtu 31 Januari 2026.

Joko Widodo menekankan pentingnya pengurus partai yang militan sebagai fondasi utama untuk mencapai kemenangan pada Pemilu 2029.

Ia menyatakan bahwa apabila kader serta pengurus bekerja keras maka dirinya juga akan melakukan hal serupa untuk mendukung partai tersebut.

Joko Widodo menegaskan kesiapan bekerja habis-habisan serta mati-matian bagi PSI jika pengurus dan kader menunjukkan komitmen yang sama.

Menurutnya struktur organisasi partai harus diperkuat hingga tingkat kecamatan desa serta RT RW mengingat target PSI yang ambisius memerlukan mesin organisasi yang kuat dan luas.

Joko Widodo menyatakan kesanggupannya untuk mengunjungi seluruh provinsi kabupaten serta tingkat kecamatan di Indonesia guna memperkuat basis partai tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok.


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved