Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Rhenald Kasali Ingatkan Clipper dan Kreator Konten Utamakan Etika di Tengah Budaya Adu Cepat dan Clickbait

 Akun YouTube Rhenald Kasali Kena Hack, Seluruh Konten Hilang

Repelita Jakarta - Guru Besar Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, menyoroti maraknya praktik "clipper" atau pembuat potongan video dari berbagai tayangan digital yang kini kian menjamur di media sosial. Ia menekankan bahwa etika dalam produksi dan distribusi konten harus menjadi prioritas utama di tengah gempuran era digital yang serba cepat.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Rhenald mengakui bahwa keberadaan netizen merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem informasi modern saat ini. Ia menyebut masyarakat umum memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi, bahkan kerap menjadi sumber pertama dalam situasi-situasi krisis yang terjadi.

"Kita pasti membutuhkan netizen. Tidak mungkin juga dunia ini isinya semuanya wartawan," ujar Rhenald dalam wawancara tersebut.

Namun, ia mengingatkan bahwa ketika seseorang sudah melakukan siaran atau memiliki platform sendiri, etika harus menjadi pertimbangan utama yang tidak boleh dikesampingkan. "Yang harus ada di kepala nomor satu adalah etika," tegasnya menyoroti pentingnya landasan moral dalam berkarya.

Rhenald menyoroti kecenderungan sebagian pembuat konten yang berlomba menjadi yang tercepat, tetapi justru mengabaikan akurasi dan kebenaran informasi. Ia menilai praktik clickbait yang berlebihan hingga menyerang pihak lain demi mengejar popularitas sebagai gejala yang sangat mengkhawatirkan di dunia digital saat ini.

Menurut pengamatannya, budaya adu cepat kerap membuat para kreator konten lalai melakukan pengecekan fakta sebelum menyebarkan informasi kepada publik. Hal ini dinilai dapat menimbulkan dampak negatif yang meluas di masyarakat.

Ia juga menyinggung perubahan perilaku generasi digital saat ini yang lebih terbuka dalam membagikan kehidupan pribadi di ruang publik. Meskipun zaman terus berubah, Rhenald mengingatkan bahwa setiap konten yang diproduksi pasti memiliki dampak terhadap orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Apa pun yang kita lakukan ada efeknya bagi orang lain," katanya menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam bermedia sosial.

Terkait perkembangan teknologi, ia mengakui bahwa kecerdasan buatan atau AI telah mempermudah proses verifikasi informasi. Namun, ia mengingatkan agar para pengguna tetap bersikap kritis dan tidak langsung percaya begitu saja pada hasil yang diberikan oleh teknologi tersebut.

"Ketika bertanya pada AI pun harus dicek lagi," ujarnya mengingatkan bahwa teknologi tetaplah alat yang membutuhkan pengawasan manusia.

Fenomena clipper dan konten viral dinilai sebagai konsekuensi logis dari era digital yang menuntut kecepatan dalam segala hal. Namun, Rhenald Kasali menegaskan bahwa kecepatan tidak boleh mengalahkan ketelitian dan tanggung jawab etis dalam menyebarkan informasi kepada publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved