
Repelita Jakarta - Analis komunikasi politik Anang Sujoko menilai konflik antara SEAblings dan K-netizen di media sosial telah melampaui batas perseteruan fandom biasa dan berpotensi memicu dampak serius di berbagai sektor. Ia melihat situasi ini tidak dapat dipandang sebelah mata karena telah bergeser ke ranah ujaran kebencian yang bernuansa rasisme dan berisiko memicu eskalasi lebih luas.
Menurut Anang, kekhawatiran utama bukan hanya pada adu argumen di dunia maya, melainkan juga kemungkinan terjadinya serangan terhadap platform digital milik pihak-pihak yang bertikai. Ia memperingatkan bahwa informasi sensitif dapat disebarluaskan untuk merugikan kelompok tertentu jika konflik ini terus dibiarkan memanas.
"Contohnya, sangat berpotensi terjadi penyerangan terhadap platform-platform mereka atau terhadap informasi berbasis digital yang mereka miliki," terangnya dalam wawancara yang dikutip dari YouTube Metro TV.
Anang berpendapat bahwa jika perseteruan ini tidak segera diredam, pemerintah Korea Selatan perlu turun tangan untuk mengawasi perilaku K-netizen agar tidak semakin menjadi-jadi. Langkah tersebut dinilai krusial untuk mencegah timbulnya sentimen penolakan terhadap budaya Korea Selatan di Asia Tenggara, kawasan yang selama ini menjadi basis penggemar terbesar produk hiburan mereka seperti K-pop.
"Jika ini tidak segera diselesaikan, bisa jadi pemerintah Korea Selatan juga harus segera mengawasi perilaku K-netizen agar tidak muncul penolakan terhadap budaya Korea Selatan yang selama ini dianggap dominan dan memiliki banyak basis penggemar di sini," jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa konflik ini berpotensi berkembang menjadi serangan antaridentitas, baik identitas fandom maupun identitas kelompok yang lebih luas. Jika eskalasi terus terjadi, bukan tidak mungkin kelompok-kelompok lain di luar komunitas penggemar turut terseret dalam pusaran konflik.
Yang lebih mengkhawatirkan, persoalan ini dapat meluas hingga menyentuh identitas bangsa, yang dampaknya tidak lagi terbatas pada platform digital tetapi berpotensi merambah ke sektor ekonomi dan bahkan politik. Karena itu, pengelolaan konflik secara cepat dan terukur dinilai menjadi kunci untuk mencegah efek domino yang lebih besar.
Tanpa pengendalian yang jelas, polemik SEAblings versus K-netizen bisa berubah dari sekadar perseteruan daring menjadi isu lintas sektor yang sensitif dan berbahaya bagi hubungan antarnegara.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

