
Repelita Jakarta - Presenter sekaligus pengusaha Raffi Ahmad akhirnya angkat bicara secara terbuka mengenai sumber kekayaannya untuk menepis berbagai tuduhan pencucian uang yang sering dialamatkan kepadanya.
Ia menjelaskan bahwa segala isu tersebut bermula dari masa lalu ketika dirinya pernah ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional terkait kasus narkoba.
Tudingan pencucian uang sempat mencuat kuat pada tahun 2024 ketika Ketua Umum DPP National Corruption Watch Hanifa Sutrisna mengklaim telah mengumpulkan bukti penting.
Hanifa Sutrisna menyatakan ada ratusan rekening milik Raffi Ahmad yang diduga menjadi sarana pengelolaan dana haram dari para terduga serta terdakwa korupsi.
Pada awal 2026 komika Pandji Pragiwaksono juga sempat menyinggung nama Raffi Ahmad dalam konteks praktik pencucian uang meski kemudian memberikan penjelasan.
Pandji Pragiwaksono menegaskan topik utama pembahasannya bukan ditujukan secara pribadi kepada Raffi melainkan mengenai bisnis ilegal yang terkait dengan cuci uang.
Ia menambahkan tujuannya hanya agar masyarakat lebih sadar dan memahami kondisi semacam itu tanpa bermaksud menyerang individu tertentu.
Raffi Ahmad memberikan klarifikasi langsung dalam acara Vibrasi untuk Negeri bersama Kepala PPATK pada 10 Februari 2026.
Dalam kesempatan itu Raffi bercanda ingin membuat iklan mencuci uang koin dengan deterjen agar orang tahu bahwa tuduhan tersebut tidak benar.
Ia menekankan bahwa publik hanya melihat kesuksesannya sekarang tanpa mengetahui perjuangan panjang yang telah dilaluinya termasuk masa sulit pasca penangkapan BNN.
Raffi Ahmad menceritakan bagaimana setelah kejadian itu banyak iklan dan stasiun televisi mengancam menuntut serta menghentikan kerjasama dengannya.
Ia mengaku langsung meminta maaf kepada ibunya dengan mencium kakinya setelah keluar dari BNN dan memohon ampun atas kesalahannya.
Menurut Raffi tak lama setelah itu rezekinya kembali mengalir deras bahkan honornya naik drastis dalam waktu seminggu.
Raffi Ahmad menegaskan bahwa doa ibu memiliki kekuatan luar biasa dan orang yang ingin sukses harus rela bekerja keras terlebih dahulu.
Ia menyimpulkan bahwa tanpa merasakan lelah terlebih dulu seseorang tidak akan benar-benar menghargai kesuksesan yang diraih.
Pandji Pragiwaksono sebelumnya membahas praktik pencucian uang dalam spesial show Mens Rea yang tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025.
Dalam materi tersebut nama Raffi disebut sebagai contoh ilustrasi skema pencucian uang meski fokus utama tetap pada isu bisnis ilegal secara umum.
Pandji menegaskan hingga kini belum ada komunikasi langsung dengan Raffi Ahmad terkait penyebutan nama tersebut.
Spesial show Mens Rea tanpa sensor ini menjadi perbincangan luas karena membahas isu sosial politik pasca Pemilu 2024 dengan gaya satire tajam.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

