Profil Ikrar Nusa Bhakti, eks Dubes RI yang sebut Prabowo dan Jokowi sama-sama gila kekuasaan
Repelita Jakarta - Ikrar Nusa Bhakti pakar politik dan mantan Duta Besar RI untuk Tunisia menjadi salah satu sorotan dalam pertemuan Barisan Oposisi Indonesia di markas Formappi Matraman Jakarta Timur pada Jumat 13 Februari 2026.
Ia menyampaikan kritik pedas terhadap dinamika kekuasaan saat ini dengan menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo memiliki obsesi serupa terhadap kekuasaan.
Menurut Ikrar pertemuan Prabowo dengan para konglomerat di Hambalang bukan sekadar agenda ekonomi melainkan upaya menegaskan dominasi diri sebagai presiden baru.
Ikrar menilai langkah itu sebagai pesan tersirat jangan terus melihat ke Jokowi sekarang saya yang berkuasa sehingga menunjukkan perebutan pengaruh di antara keduanya.
Ia menegaskan keduanya sama-sama mempersiapkan diri untuk Pemilu 2029 dan jangan anggap tidak ada persaingan di balik layar.
Ikrar Nusa Bhakti menekankan tidak ada perbedaan mendasar antara gaya kepemimpinan Prabowo dan Jokowi karena Prabowo hanya melanjutkan pola yang telah dibangun sebelumnya.
Dukungan dini dari partai seperti PAN dan PKB terhadap Prabowo menurutnya menjadi bukti nyata obsesi tersebut yang lebih mementingkan siapa lebih dulu mengamankan posisi daripada hasil akhir.
Lahir di Jakarta pada 27 Oktober 1957 Ikrar Nusa Bhakti dikenal sebagai akademisi vokal yang sering mengkritik arah kebijakan kekuasaan dan diplomasi Indonesia.
Ia memiliki karir panjang di lembaga riset sebagai Profesor Riset di Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia serta pernah menjabat Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI.
Pengalaman diplomatiknya mencapai puncak ketika ditugaskan sebagai Duta Besar RI untuk Tunisia periode 2017 hingga 2021 yang memperkaya analisisnya tentang politik global dan konflik regional.
Pandangan Ikrar kerap menjadi perhatian terkait isu Palestina peran Perserikatan Bangsa-Bangsa serta komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif.
Dengan latar belakang riset strategis dan pengalaman diplomatik Ikrar terus menyuarakan kritik tajam terhadap berbagai fenomena kekuasaan di tanah air.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

