
Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran tegas kepada Pemerintah Provinsi Bali termasuk Gubernur serta seluruh Bupati dan Wali Kota terkait kondisi sampah yang semakin mengkhawatirkan di Pulau Dewata.
Menurutnya penumpukan sampah di pantai dan lingkungan sekitar telah mengganggu citra pariwisata Bali yang selama ini menjadi andalan utama Indonesia.
Prabowo menekankan bahwa kebersihan bukan hanya soal estetika melainkan menyangkut kelangsungan sektor pariwisata yang menyerap tenaga kerja paling banyak dan paling cepat dibandingkan bidang lainnya.
“Pariwisata menyerap kerja paling banyak, menyiapkannya juga paling cepat dan lebih murah dari sektor lain. Tapi apakah turis mau datang melihat pantai Bali yang kotor? Mau lihat sampah di mana-mana?” ujar Prabowo dengan nada tegas.
Ia mengungkapkan bahwa kritik langsung datang dari seorang pejabat militer asing saat pertemuan di Korea Selatan yang menyatakan Bali kini terlihat kotor dan tidak lagi seindah dulu.
“Dia bilang, ‘Your Excellency, I just came from Bali. Oh, Bali so dirty now. Bali not nice.’ Saya terima itu sebagai koreksi. Ini realita yang harus kita hadapi bersama,” katanya.
Prabowo menegaskan bahwa penyelesaian masalah sampah tidak boleh hanya saling menyalahkan melainkan memerlukan aksi nyata bersama di lapangan.
Ia meminta kepala daerah Bali menggerakkan seluruh elemen masyarakat termasuk sekolah aparat TNI-Polri serta pegawai negeri untuk rutin membersihkan pantai setiap minggu.
“Apa susahnya, entah hari Jumat atau Sabtu, semua anak sekolah, aparat, TNI-Polri, dan pegawai pemerintah turun bersama membersihkan pantai? Ini pantai kita, halaman kita,” tegasnya.
Presiden juga menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga agar membiasakan membersihkan lingkungan kantor minimal setengah jam sebelum memulai aktivitas kerja setiap hari.
“Semua menteri dan kepala lembaga, sebelum masuk kantor minimal setengah jam bersihkan lingkungan. Kalau perlu menteri yang memimpin langsung. Kita harus menyatakan perang terhadap sampah,” ujarnya.
Prabowo menyatakan kesiapan pemerintah pusat memberikan dukungan penuh termasuk alokasi anggaran untuk pengelolaan sampah di daerah.
“Kita akan dukung. Begitu ada uang, kita arahkan ke sini juga. Karena bagaimana kita mau mengandalkan pariwisata kalau lingkungan kita jorok dan kotor?” katanya.
Ia mengisyaratkan akan segera meluncurkan program nasional bernama Gerakan Indonesia Asri dan Aman untuk menangani kebersihan dan tata kelola lingkungan secara sistematis di seluruh wilayah Indonesia.
Prabowo menutup pidatonya dengan mengingatkan bahwa sampah bukan sekadar masalah keindahan melainkan sumber penyakit dan bencana bagi masyarakat.
“Sampah itu bencana. Sampah itu penyakit. Ini untuk rakyat kita,” pungkasnya.
Editor: 91224 R-ID Elok

