
Repelita Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memicu kontroversi publik setelah menggunakan frasa “uang saya” dalam pernyataan resmi di hadapan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin (9/2/2026) saat membahas pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran.
“Jadi tadi Menteri Kesehatan klaim katanya uangnya lambat gara-gara mereka curiga saya tidak punya uang. Uang saya banyak, tahun lalu saja Rp 270 triliun tidak bisa dipakai itu, tapi di luar anggaran ya,” kata Purbaya dalam rapat yang berlangsung di Kompleks Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.
Pernyataan tersebut sontak menyedot perhatian luas karena penggunaan diksi “uang saya” dinilai tidak lazim diucapkan oleh pejabat publik yang bertugas mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara milik rakyat.
Analis komunikasi politik Hendri Satrio yang akrab disapa Hensat mengingatkan bahwa pemilihan kata oleh pejabat publik harus mempertimbangkan sensitivitas masyarakat terhadap pengelolaan keuangan negara yang tengah berada dalam sorotan tajam.
“Purbaya harus segera mengganti sebutan Uang Saya bila nyatanya yang dimaksud adalah Uang Negara,” ujar Hensat kepada media pada Rabu (11/2/2026).
Menurutnya situasi kebahasaan ini bukan persoalan sepele karena publik saat ini memiliki tingkat kewaspadaan tinggi terhadap setiap pernyataan pejabat yang berkaitan dengan wewenang mengelola triliunan rupiah dana publik.
Hensat menilai Menteri Keuangan belakangan ini kerap berada dalam pusaran polemik kebijakan yang membuatnya tampil sebagai figur yang seolah sedang mencari musuh di berbagai lini.
Puncaknya adalah perbedaan pandangan antara Purbaya dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono terkait pencairan anggaran pengadaan kapal yang hingga kini belum menemukan titik temu.
Ketegangan antar menteri di internal kabinet ini semakin memperkuat persepsi publik bahwa koordinasi pengelolaan anggaran sedang tidak berjalan mulus di era pemerintahan Prabowo Subianto.
Hensat menduga kegaduhan yang melibatkan Menteri Keuangan tidak lepas dari tekanan kondisi ekonomi masyarakat lapisan bawah yang hingga saat ini belum menunjukkan pemulihan signifikan.
“Mungkin mulai agak bingung dan panik sebab kondisi keuangan banyak keluarga Indonesia belum membaik,” pungkasnya mengomentari rangkaian kontroversi yang melibatkan Purbaya Yudhi Sadewa dalam beberapa pekan terakhir.
Publik kini menanti apakah Menteri Keuangan akan memberikan klarifikasi resmi terkait frasa kontroversial tersebut atau membiarkannya berlalu sebagai bagian dari dinamika komunikasi pejabat publik yang kerap multitafsir.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

