Repelita Jakarta - Alarm bahaya! Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan angka kasus bunuh diri anak di Indonesia termasuk yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Komisioner KPAI Diyah Puspitarini menekankan bahwa kondisi ini sudah bukan lagi sekadar statistik dingin melainkan ancaman serius terhadap hak hidup dan perlindungan anak.
Iya angka kasus bunuh diri anak di Indonesia termasuk paling tinggi di Asia Tenggara kami punya datanya lengkap kata Diyah saat dikonfirmasi pada Rabu empat Februari dua ribu dua puluh enam.
Menurutnya fakta tersebut menunjukkan sistem perlindungan anak di tanah air masih sangat rapuh dan jauh dari standar yang layak.
Diyah menolak keras segala upaya menormalisasi berita tentang anak yang mengakhiri hidup karena setiap nyawa hilang merupakan bukti kegagalan negara serta lingkungan sekitar.
Ia menegaskan bahwa tiap kejadian semacam ini membuktikan negara gagal menyediakan ruang aman bagi anak untuk tumbuh berkembang tanpa tekanan berat.
KPAI telah mengumpulkan data penyebab bunuh diri anak dan menemukan bahwa faktor pemicunya saling terkait serta sangat rumit.
Bullying tetap menjadi penyebab utama di samping pola asuh yang lemah tekanan ekonomi kecanduan game online hingga masalah percintaan remaja.
Diyah menilai setiap kasus bunuh diri anak SD hingga remaja menjadi sinyal darurat bahwa hak pendidikan perlindungan dan pengasuhan anak belum terpenuhi secara memadai.
KPAI terus berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar dinas pendidikan daerah lebih peka terhadap kondisi mental siswa serta kebutuhan fasilitas belajar mereka.
Diyah juga mengingatkan bahwa kasus bunuh diri di tingkat sekolah dasar bukan hal langka karena setiap tahun selalu ada anak usia SD yang mengakhiri hidupnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

