Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Mardani Ali Sera: Lulusan D3 dan S1 Nganggur Itu Bencana di Atas Bencana, Revolusi Pendidikan Harus Segera

 Mardani Ali Sera Samakan Buzzer dengan Lalat: Buruk bagi Kehidupan Sosial  Politik Indonesia - Portal Jember

Repelita Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,35 juta orang per November 2025, menurun tipis dibandingkan 7,46 juta orang pada Agustus 2025, dengan angka pengangguran tertinggi justru berasal dari lulusan pendidikan menengah dan tinggi.

Dari total 155,27 juta penduduk yang masuk kategori angkatan kerja, sebanyak 147,91 juta orang tercatat bekerja, sementara sisanya menganggur.

BPS mendefinisikan pengangguran sebagai penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja, baik karena sedang mencari pekerjaan, menyiapkan usaha, menunggu mulai bekerja, maupun yang telah putus asa mencari kerja.

Berdasarkan latar belakang pendidikan, tingkat pengangguran tertinggi berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan sebesar 8,45 persen, disusul lulusan Sekolah Menengah Atas sebesar 6,55 persen, serta lulusan D-IV, S1, S2, dan S3 sebesar 5,38 persen.

Sementara itu lulusan DI/II/III mencatat angka pengangguran 4,22 persen, lulusan Sekolah Menengah Pertama sebesar 3,76 persen, dan yang terendah berasal dari lulusan Sekolah Dasar ke bawah sebesar 2,29 persen.

Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menilai angka tersebut sebagai sinyal bencana bagi masa depan bangsa, terutama karena banyak penganggur berasal dari kelompok terdidik yang telah mengenyam pendidikan tinggi.

"Ini bencana. Lulusan D3 dan S1 nganggur bencana di atas bencana. Karena mereka sudah mendapat banyak pendidikan dan training tapi tidak digunakan," ujar Mardani melalui akun X miliknya pada Kamis (12/2/2026).

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera itu, kondisi ini menunjukkan adanya persoalan mendasar antara sistem pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja yang tidak berjalan beriringan.

Ia mendorong perubahan besar dalam tata kelola pendidikan dan kebijakan industri nasional sebagai solusi fundamental mengatasi tingginya angka pengangguran terdidik.

"Mesti ada revolusi sistem pendidikan tinggi yg memastikan lulusannya mampu bersaing termasuk globally dan kemampuan negara menyiapkan industri serta mempercepat FDI. Karena jika tidak, ini bahan bakar negatif untuk perubahan sosial tdk terencana," tegasnya.

Mardani menekankan bahwa tanpa perbaikan menyeluruh pada sistem pendidikan dan penciptaan lapangan kerja melalui penguatan industri serta percepatan investasi asing langsung, angka pengangguran terdidik berpotensi menjadi masalah sosial yang lebih besar di masa mendatang.

Data BPS ini sekaligus menjadi pengingat bahwa gelar pendidikan tinggi tidak lagi menjadi jaminan mutlak untuk memasuki dunia kerja, sekaligus tantangan serius bagi pemerintah dalam menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved