Repelita Yogyakarta - Kejadian kurang mengenakan dialami oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Tiyo Ardianto yang mengaku mendapat teror setelah menyuarakan kasus anak meninggal di Nusa Tenggara Timur.
Teror yang dialaminya ini disebutnya sudah berlangsung dalam beberapa hari terakhir mulai dari tanggal 9 hingga 11 Februari 2026.
Teror-teror yang didapatkan oleh Tiyo itu berupa bentuk intimidasi mulai dari ancaman melalui pesan singkat hingga dugaan penguntitan oleh orang tak dikenal.
“Saya mendapat pesan dari nomor tidak dikenal yang mengancam mau menculik,” ujar Tiyo dikutip pada Jumat 13 Februari 2026.
Dalam teror yang didapatkannya Tiyo menyebut dirinya mengaku sempat mengalami penguntitan pada Rabu 11 Februari 2026 saat berada di sebuah kedai di Yogyakarta.
Menurutnya dua pria tak dikenal dengan postur tubuh tegap terlihat memotret dirinya dari jarak jauh tanpa permisi.
“Yang menguntit dan memotret dari jauh dua orang laki-laki dewasa. Tubuhnya tegap dan masih relatif muda,” tuturnya menggambarkan ciri-ciri pelaku.
Setelah dikuntit beberapa lama oleh pihak yang tidak dikenal ia mengaku coba mengejar orang-orang tersebut untuk meminta klarifikasi.
Hanya saja dalam upaya pengejaran yang dilakukannya ini gagal usai dua orang yang mengikutinya itu disebut menghilang secara misterius.
“Dua pria yang tidak dikenal itu ketika kami kejar menghilang,” ujarnya menggambarkan kejadian aneh tersebut.
Ketua BEM UGM itu mengungkap apa yang sebenarnya menjadi alasan dirinya mendapatkan berbagai bentuk intimidasi ini.
Menurutnya hal ini bisa disebabkan oleh sikap kritis yang ia sampaikan di berbagai media terkait kasus kematian seorang anak berusia sepuluh tahun di NTT.
“Apa yang saya suarakan di berbagai media mungkin ada yang tersinggung,” jelasnya menduga penyebab teror yang diterimanya.
Namun sampai saat ini ia mengaku belum berkomunikasi langsung dengan pihak kampus maupun aparat penegak hukum terkait peristiwa intimidasi tersebut.
“Saya juga tidak berkomunikasi langsung dengan kampus dan aparat soal ini,” sambungnya menegaskan sikapnya.
Soal intimidasi yang didapatkannya ini Tiyo mengaku masih akan bersikap tegas dan melawan apalagi gentar dengan hal-hal seperti ini.
“Saya dan BEM UGM tidak akan takut apalagi gentar. Selama terus lahir orang-orang waras di republik ini, selama itulah penguasa yang zalim tidak akan hidup tenang,” terangnya penuh semangat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

