Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Ketua BEM UGM Bilang Natalius Pigai Tidak Paham HAM, tapi Prof Uceng Penasaran dengan Ilmunya

 Tanggapan Menteri HAM Natalius Pigai soal Teror Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto,  Yakin Bukan Pemerintah - Bangkapos.com

Ketua BEM UGM Bilang Natalius Pigai Tidak Paham HAM, tapi Prof Uceng Penasaran dengan Ilmunya

Repelita Jakarta - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Tiyo Ardianto mengecam keras pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai yang menyebut penolak program Makan Bergizi Gratis sebagai pihak yang menentang HAM.

Tiyo menegaskan bahwa sikap mahasiswa bukan menolak hak gizi layak melainkan mengkritik potensi penyimpangan dan penggunaan anggaran pendidikan yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Yang kami soroti itu praktik yang saya sebut maling berkedok gizi, dan penggunaan anggaran pendidikan yang menurut kami tidak tepat sasaran,” ujar Tiyo dikutip fajar.co.id pada Jumat 27 Februari 2026.

Ia menilai penggunaan narasi HAM untuk membela program pemerintah justru menyesatkan karena Pigai dinilai gagal memahami substansi hak asasi manusia secara benar.

"Dia Menteri HAM yang tidak paham apapun soal HAM. Menjadikan HAM sebagai dasar argumentasi dari proyek Maling Berkedok Gizi itu tidak hanya bentuk kebodohan, tapi kejahatan luar biasa," cetus Tiyo.

Tiyo melanjutkan bahwa pelaku penjahat HAM justru adalah Natalius Pigai yang sedang menjabat sebagai Menteri Hak Asasi Manusia.

"Dan penjahat HAM itu bernama Natalius Pigai, ia menjabat Menteri HAM," sambungnya.

Sebelumnya Pigai menyatakan bahwa upaya menghapus program Makan Bergizi Gratis Koperasi Merah Putih hingga Sekolah Rakyat merupakan bentuk penentangan terhadap hak asasi manusia.

“Dalam konteks HAM, pemerintah melakukan makan bergizi gratis, pendidikan gratis, sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, perumahan, kampung nelayan, kemudian swasembada pangan, adalah sejalan, seirama, sesuai dengan HAM,” kata Pigai di Jakarta pada Jumat 20 Februari 2026.

“Maka orang yang mau meniadakan Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, pendidikan gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, adalah orang yang menentang HAM. Orang yang menentang,” tambah Pigai.

Pigai menegaskan bahwa program-program tersebut selaras dengan pemenuhan hak dasar masyarakat serta komitmen internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa dan UNICEF terkait gizi pendidikan serta kesehatan anak.

Ia juga mengklaim telah memahami hak asasi manusia sejak usia lima tahun dan pengalaman panjang sebagai pembela kelompok rentan telah membentuk integritasnya.

“Dari umur 5 tahun sudah paham HAM, tidak mungkin saya salah,” tegas Pigai dalam acara Sinkronisasi dan Akselerasi Rapat Koordinasi Instrumen dan Penguatan HAM pada Selasa 24 Februari 2026.

Guru Besar Universitas Gadjah Mada Prof Zainal Arifin Mochtar atau Uceng menyatakan rasa penasaran terhadap pemahaman HAM Pigai dan kembali menawarkan debat terbuka secara ilmiah.

Uceng menilai perdebatan ini penting agar rakyat Indonesia dapat menyaksikan siapa yang benar-benar menguasai substansi hak asasi manusia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved