
Repelita Solo - Sidang gugatan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo dengan mekanisme citizen lawsuit di Pengadilan Negeri Kota Solo akan kembali dilanjutkan pada Selasa (24/2/2026) pukul 10.00 WIB dengan agenda menghadirkan kembali saksi ahli dari pihak penggugat.
Gugatan perdata ini diajukan oleh dua orang alumni Universitas Gadjah Mada yakni Top Taufan dan Bangun Sutoto yang mempersoalkan keabsahan ijazah sarjana mantan kepala negara tersebut.
Pada sidang sebelumnya yang digelar Rabu (18/2/2026), tim kuasa hukum penggugat telah menghadirkan dua orang ahli yaitu Roy Suryo dan Rismon Sianipar untuk memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.
Selain menghadirkan saksi ahli, tim kuasa hukum penggugat juga mengajukan permohonan resmi agar Joko Widodo hadir langsung di ruang sidang dan membawa ijazah asli sebagai alat bukti.
Kuasa hukum penggugat Ahmad Wirawan Adnan menyampaikan permohonan kepada majelis hakim untuk menerbitkan surat perintah agar Joko Widodo hadir secara in person di persidangan.
"Kami memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini untuk menerbitkan surat perintah agar prinsipal bernama Bapak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, hadir secara langsung di persidangan dengan membawa dan menyerahkan ijazah asli sarjananya," ujarnya dalam persidangan.
Permohonan tersebut didasarkan pada sejumlah ketentuan hukum pembuktian dalam perkara perdata antara lain Pasal 154, Pasal 138, dan Pasal 164 serta merujuk pada Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2015 tentang tata cara beracara.
Menurut Ahmad Wirawan, permintaan itu juga mengacu pada sejumlah pernyataan Joko Widodo di berbagai kesempatan yang menyatakan kesiapan menunjukkan ijazahnya melalui mekanisme hukum yang tersedia.
"Berdasarkan alasan-alasan tersebut, kami memohon kepada Majelis Hakim yang kami hormati agar berkenan mengabulkan permohonan ini," tandasnya menegaskan permintaan tim kuasa hukum penggugat.
Di hari yang sama saat sidang digelar di Solo, Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo diketahui tiba di New Delhi, India, pada Kamis (19/2/2026) petang waktu setempat untuk menghadiri agenda internasional.
Kedatangan Joko Widodo di ibu kota India tersebut dalam rangka menghadiri Bloomberg New Economy Forum yang sebelumnya telah diadakan di Singapura dan kini dilaksanakan di India.
Setibanya di New Delhi, mantan kepala negara tersebut disambut langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk India, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, di bandara internasional setempat.
Ajudan Presiden, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, mengonfirmasi kedatangan Joko Widodo melalui pesan yang disebarkan di grup WhatsApp media Solo untuk memberikan informasi terkini.
Dalam pesan tersebut, Syarif menyampaikan bahwa Joko Widodo dijadwalkan menghadiri forum internasional yang akan membahas topik-topik penting terkait ekonomi global dan perkembangan teknologi.
Salah satu agenda utama kunjungan adalah menghadiri Bloomberg New Economy Forum yang digelar pada Jumat (20/2) pukul 07.30 hingga 09.00 waktu setempat bertempat di The Leela Palace Hotel, New Delhi.
Forum internasional ini dipandu oleh Erik Schatzker selaku Editorial Director of Bloomberg New Economy dan David Hearn sebagai Global Head of Forums for Bloomberg Live.
Diskusi dalam forum tersebut akan berfokus pada isu-isu yang kini menjadi perhatian global, salah satunya adalah tema Kedaulatan Kecerdasan Buatan atau AI yang tengah berkembang pesat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

