Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Herwin Sudikta mengomentari upaya keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam mengembangkan Partai Solidaritas Indonesia sebagai kekuatan politik baru di tanah air.
Menurut Herwin semangat yang ditunjukkan Jokowi serta putranya Kaesang Pangarep tidak akan cukup jika hanya mengandalkan slogan dan retorika semata untuk membesarkan PSI.
Ia menekankan bahwa PSI memerlukan sosok figur berpengaruh yang bisa menjadi daya tarik nyata bagi publik agar partai tersebut benar-benar diperhitungkan dalam peta politik nasional.
“Semangat keluarga Jokowi ngangkat PSI mau tidak mau gak cukup cuma jual jargon. Harus ada barang yang ditaruh di etalase,” ujar Herwin kepada fajar.co.id Selasa 3 Februari 2026.
Herwin menyatakan secara realistis satu-satunya figur yang dapat menjadi etalase politik PSI saat ini adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai calon presiden pada Pemilu 2029.
“Dan realistisnya barang itu cuma satu Gibran sebagai Capres 2029,” tegasnya.
Meski demikian Herwin mengingatkan bahwa langkah tersebut akan menghadapi tantangan berat karena kontestasi politik menuju 2029 bukanlah arena yang mudah dilalui tanpa perlawanan dari pihak lain.
Ia menyebut Gerindra beserta koalisinya tidak akan tinggal diam melihat manuver PSI yang didukung keluarga Jokowi.
Herwin juga menyinggung keberadaan aktor politik kuat yang memiliki pengaruh besar dalam dinamika kekuasaan nasional termasuk figur yang disebut sebagai tukang jastip kekuasaan dan juragan sprindik.
Selain itu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dipastikan menjadi lawan berat karena memiliki pengalaman panjang menghadapi strategi politik keluarga Jokowi.
“Belum lagi PDI Perjuangan. Partai yang jelas gak mau kalah untuk kesekian kalinya oleh gimmick politik keluarga Jokowi,” lanjutnya.
Herwin menilai posisi Gibran Rakabuming Raka menjadi serba salah karena masih menjabat Wakil Presiden mendampingi Presiden Prabowo Subianto namun arah politiknya mulai bergeser.
“Di titik ini posisi Gibran jadi aneh. Masih Wapres Prabowo tapi perlahan tapi pasti berubah jadi duri dalam daging di pemerintahan itu sendiri,” tandasnya.
Jokowi sendiri menyatakan telah berdiskusi dengan pimpinan PSI mengenai penyelesaian struktur kepengurusan partai yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir 2026.
Ia menekankan pentingnya membangun mesin partai yang besar dan solid untuk mendukung target politik PSI yang ambisius.
“Karena kita perlu mesin-mesin kita memberikan mesin besar. Karena target PSI adalah target yang besar. Targetnya tinggi jadi mesinnya harus mesin besar,” ucap Jokowi.
Jokowi menegaskan struktur partai harus dibangun hingga ke tingkat desa bahkan RT dan RW karena kekuatan partai politik terletak pada struktur yang kuat dan merata.
“Tapi strukturnya harus yang hidup struktur yang benar-benar bisa bekerja sampai ke akar rumput menyentuh masyarakat ke bawah kita. Itu struktur yang ideal,” jelasnya.
Ia menyatakan kesiapan turun langsung ke berbagai daerah di Indonesia untuk membantu pembangunan struktur PSI meskipun negara memiliki tiga puluh delapan provinsi lima ratus empat belas kabupaten kota serta sekitar tujuh ribu kecamatan.
“Kalau diperlukan saya harus datang saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi ke kabupaten kota kalau perlu sampai ke kecamatan saya masih sanggup,” imbuh Jokowi.
Editor: 91224 R-ID Elok

