Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Hensat: Di Tengah “Banteng vs Gajah”, Garuda Petahana Lebih Berpeluang Menang 2029

 Hensat: 80,7 persen masyarakat setuju Soeharto jadi pahlawan - ANTARA News

Repelita Jakarta - Analis komunikasi politik Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensat, menilai publik tak perlu memperbesar polemik mengenai persaingan antara Banteng vs Gajah.

Persaingan tersebut kerap diasosiasikan sebagai pertarungan antara Puan Maharani dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melawan kubu Kaesang Pangarep yang identik dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurut Hendri, jika merujuk pada sejarah pemilu di era pascareformasi, kekuatan politik petahana memiliki peluang yang sangat besar untuk kembali memenangkan kontestasi pada periode kedua.

Ia mengaku bingung dengan kehebohan masyarakat mengenai duel banteng vs gajah pada Pemilu 2029 mendatang.

Saya bingung mengapa masyarakat begitu meributkan banteng vs gajah di Pemilu 2029, ujar Hensat kepada wartawan, Sabtu 14 Februari 2026.

Kalau melihat sejarah, justru yang berpeluang menang adalah garuda, alias kekuatan petahana saat ini, sambung pendiri lembaga survei KedaiKOPI itu.

Hensat menjelaskan bahwa petahana biasanya diuntungkan oleh beragam faktor, mulai dari tingginya tingkat pengenalan publik hingga rekam jejak program yang sudah terlihat nyata.

Jejaring politik yang lebih solid dibandingkan para penantang juga menjadi modal berharga bagi kekuatan petahana untuk mempertahankan dominasinya.

Ia mencontohkan pengalaman dari beberapa pemilu sebelumnya, seperti era Susilo Bambang Yudhoyono bersama Partai Demokrat yang meraih lonjakan kursi di DPR pada Pemilu 2009.

Hal serupa juga terjadi pada masa kepemimpinan Joko Widodo yang diusung PDIP, di mana dominasi elektoral mampu bertahan selama dua periode kekuasaan.

Pola-pola itu menurut saya sudah teruji dalam beberapa waktu terakhir, tegasnya.

Petahana relatif lebih sulit untuk disaingi karena bisa memanfaatkan narasi keberlanjutan program serta konsolidasi elite yang sudah terbangun.

Hensat menambahkan, posisi sebagai penguasa memungkinkan petahana untuk memaksimalkan momentum kebijakan yang dampaknya langsung dirasakan rakyat menjelang pemilu.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keunggulan tersebut tetap memiliki keterbatasan dan dapat goyah karena faktor tertentu.

Petahana memang lebih mudah memanfaatkan momentum kebijakan yang terasa langsung ke pemilih, jelasnya.

Tapi keunggulan itu bisa goyah jika terjadi guncangan besar seperti krisis ekonomi atau skandal politik yang merusak legitimasi, ujar Hensat mewanti-wanti.

Mengenai wacana pertarungan antara PDIP dan PSI, Hendri menilai bahwa dari sisi basis massa akar rumput, PSI masih tertinggal cukup jauh.

Bahkan, dukungan dari figur sekelas Jokowi sekalipun dinilai belum tentu mampu menutup kesenjangan elektoral yang ada.

Meski ada Jokowi yang disebut akan membantu, itu menurut saya belum cukup untuk melawan PDIP yang pada Pemilu 2024 tetap menjadi pemenang Pileg, pungkasnya.

Hensat pun meyakini bahwa perdebatan Banteng vs Gajah belum tentu mencerminkan peta kekuatan politik yang sesungguhnya di lapangan.

Dalam pandangannya, faktor petahana tetap menjadi variabel paling menentukan dalam kontestasi menuju Pemilu 2029.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved