Repelita Jakarta - Penasihat hukum Barisan Pembela Roy Suryo Rismon Sianipar serta Tifauzia Tyassuma Refly Harun membongkar adanya dugaan tawaran penyelesaian perkara melalui restoratif justice kepada kliennya dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.
Refly mengungkap informasi tersebut muncul dari pernyataan pihak lain yang menyebutkan adanya tawaran damai khususnya kepada Dokter Tifa.
Ini penting ini ya Dokter Tifa mau ditawari oleh Jokowi RJ ujar Refly dikutip pada Kamis lima Februari dua ribu dua puluh enam.
Ia menegaskan bahwa sebagai kuasa hukum telah memastikan berulang kali bahwa klien-kliennya tidak pernah berniat menempuh jalur restoratif justice apalagi mendatangi Solo.
Saya sebagai lawyernya saya memastikan dan berkali-kali saya memastikan tidak ada niatan dari RRT untuk datang ke Solo minta RJ sebagaimana yang dilakukan oleh Eggi Sudjana dan DHL tegas Refly.
Refly bahkan menyatakan sikap tegas bahwa dirinya akan mundur sebagai kuasa hukum jika kliennya memilih jalur damai.
Saya bilang kemarin di depan ratusan mahasiswa di Bandung kalau mereka RJ saya akan berhenti sebagai lawyernya ungkap Refly.
Menurutnya dalam perkara ini justru pihak Jokowi yang seharusnya meminta maaf kepada klien-kliennya karena melakukan kriminalisasi terhadap kebebasan berpendapat dan kebebasan akademik.
Dan saya katakan yang benar itu adalah Pak Jokowi yang minta maaf ke RRT kenapa begitu karena dialah yang melakukan kriminalisasi sesungguhnya timpal Refly.
Ia menilai tindakan pelaporan tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap prinsip demokrasi hak asasi manusia serta kebebasan menyatakan pendapat baik secara lisan maupun tulisan.
Dia tidak paham tentang demokrasi hak asasi manusia dan kebebasan menyatakan pendapat baik secara lisan dan tulisan imbuh Refly.
Refly menegaskan bahwa klien-kliennya adalah individu independen tanpa afiliasi kekuatan politik atau ekonomi tertentu dengan latar belakang pendidikan tinggi.
Siapa sih Dr Tifa itu apakah ada kekuatan di belakangnya siapa Rismon itu siapa Roy Suryo itu mereka adalah orang-orang yang independen tapi tingkat pendidikan mereka tinggi beber Refly.
Ia juga menantang pihak yang meremehkan kajian kliennya untuk membuat karya ilmiah tandingan setara dengan Jokowi’s White Paper.
Dan jangan lupa kalau Anda mau menantang tiga klien saya buku buat buku yang setara dengan Jokowi's White Paper sanggup nggak ucap Refly.
Refly menyindir klaim bahwa tulisan dalam Jokowi’s White Paper setara dengan karya akademik tingkat doktor serta meragukan apakah banyak pihak benar-benar membacanya.
Karena ada yang mengatakan tulisan dalam Jokowi's White Paper itu setara dengan karya S3 coba baca katanya.
Dan saya yakin mereka kalian semua ini baca saja nggak iya kan siapa yang mengatakan baca Jokowi's White Paper nggak ada yang baca sindir Refly.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa publik tidak bisa dibodohi oleh narasi yang sarat kepentingan ekonomi atau politik.
Karena itulah menurut saya hal-hal seperti ini udahlah kita jangan membodohi rakyat Indonesia rakyat Indonesia Anda tahu ya siapa bicara dengan hati nurani siapa yang bicara karena ada kepentingan ekonomi di belakangnya kuncinya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

