
Repelita Pesawaran - Ruas jalan rusak parah di Desa Pujorahayu, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Lampung, akhirnya mendapatkan respons cepat dari pemerintah daerah setelah keluhan warga viral di berbagai platform media sosial.
Bupati Pesawaran Nanda Indira turun langsung meninjau lokasi pada Selasa siang (10/2/2026) dan disambut puluhan warga yang sejak pagi telah berkumpul di sekitar lubang-lubang besar yang menganga di permukaan jalan.
Momen kedatangan orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran itu tidak disia-siakan warga untuk menyampaikan unek-unek panjang tentang infrastruktur yang bertahun-tahun dibiarkan rusak tanpa perbaikan signifikan.
Jalan Pujorahayu bukanlah ruas kelas dua karena berfungsi sebagai akses alternatif menuju Bandara Raden Intan II Lampung sekaligus jalur favorit wisatawan yang hendak menuju Pesisir Barat untuk menikmati ombak selancar.
Selain itu jalan ini menjadi urat nadi aktivitas pendidikan dan distribusi hasil bumi masyarakat setempat yang setiap hari dilalui kendaraan pengangkut komoditas pertanian dan perkebunan.
Dalam dialog terbuka dengan warga, Bupati Nanda Indira mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah menyuarakan persoalan infrastruktur melalui media sosial hingga akhirnya menarik perhatian pemerintah daerah.
Ia secara sadar meminta agar pernyataannya direkam oleh warga sebagai bentuk komitmen dan jaminan akuntabilitas publik atas janji yang diucapkannya di hadapan masyarakat.
“Pernyataan saya direkam ya, simpan videonya sebagai bukti. Dalam dua hari ini akan kami tindak lanjuti,” ujar Nanda dengan nada tegas.
Janji perbaikan dalam dua hari itu disambut harapan sekaligus kewaspadaan warga yang sudah berkali-kali mendengar komitmen serupa tanpa pernah melihat realisasi nyata di lapangan.
Salah seorang warga bernama Abdul Aziz dengan lantang menegaskan bahwa kerusakan jalan di wilayahnya sudah berlangsung sangat lama dan tak kunjung mendapat perhatian dari pihak berwenang.
“Kami minta ini benar-benar dilaksanakan. Jalan ini masuk wilayah Pesawaran. Kalau tidak ada realisasi, kami siap melakukan aksi lagi,” tegas Abdul Aziz.
Ia berharap kunjungan bupati bukan sekadar respons sesaat karena desakan viral, melainkan awal dari perbaikan sistemik yang memastikan persoalan infrastruktur tidak perlu menunggu menjadi konsumsi publik terlebih dahulu untuk ditangani.
Masyarakat Desa Pujorahayu menuntut perbaikan segera demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas ekonomi yang selama ini terhambat oleh kondisi jalan yang membahayakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Publik Kabupaten Pesawaran kini menanti pembuktian janji dua hari yang disampaikan langsung Bupati Nanda Indira di hadapan warga dan media.
Pertanyaan besarnya adalah apakah ruas jalan strategis menuju bandara dan kawasan wisata itu benar-benar akan segera diperbaiki, atau justru kembali menjadi cerita panjang tentang infrastruktur yang selalu menanti perhatian tanpa kepastian penyelesaian.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

