
Repelita Surakarta - Sidang citizen lawsuit terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Pengadilan Negeri Surakarta pada Selasa 24 Februari 2026 kembali memicu perdebatan tajam di kalangan masyarakat.
Dokter Tiffauzia Tyasumma yang dikenal sebagai dr Tifa menyatakan foto pada ijazah atas nama Joko Widodo yang diunggah Dian Sandi menunjukkan perbedaan mencolok dibandingkan foto presiden yang selama ini dikenal publik.
Menurutnya analisis yang disampaikan di persidangan menunjukkan tingkat perbedaan mencapai sembilan puluh dua koma tiga puluh tujuh persen sehingga menyimpulkan adanya dua sosok berbeda.
Jadi poinnya adalah hari ini sebetulnya melalui penjelasan saya itu sudah firm tadi sudah konklusif itu berarti ada dua Joko Widodo yang berbeda.
Dr Tifa menegaskan langkah berikutnya adalah mengidentifikasi identitas pria berkacamata berkumis yang muncul dalam foto ijazah tersebut.
Ia menyarankan agar dilakukan penelusuran mendalam terhadap figur yang kini ramai diperbincangkan di media sosial.
Dian Sandi Utama menanggapi pernyataan dr Tifa melalui cuitannya di X pada Rabu 25 Februari 2026 dengan nada santai namun tegas.
Ya Bu Dokter pergi ke Solo Gang Kutai Utara No.1 Sumber-Banjarsari.
Dian menambahkan bahwa jika dr Tifa bersedia mengantre bersama warga lain maka kemungkinan besar bisa bertemu langsung dengan Joko Widodo.
Antri bersama masyarakat yang sedang berkunjung insyaAllah bertemu.
Sebelumnya Dian Sandi memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya pada Senin 23 Februari 2026 terkait dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo.
Pemanggilan tersebut melibatkan nama Roy Suryo serta beberapa pihak lain yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pemeriksaan kali ini difokuskan pada pelengkapan berkas perkara sebelum diserahkan ke kejaksaan sesuai petunjuk P-19.
Barulah beliau penyidik menjelaskan bahwa ini hanya untuk pendalaman yang tadi pemenuhan P-19 tadi itu.
Dian mengaku dicecar sekitar tujuh hingga delapan pertanyaan yang semuanya merupakan pendalaman dari keterangan sebelumnya.
Ia kembali menegaskan tidak ada perbedaan substansial pada ijazah Joko Widodo sebagaimana diklaim berbagai pihak.
Itu tidak ada perbedaan sama sekali itu hanya dibuat-buat narasi mereka dalam memancing sentimen publik sentimen politik tidak ada.
Dokumen tersebut menurut Dian identik dengan ijazah lulusan Universitas Gadjah Mada tahun 1985 yang juga dipakai saat pencalonan presiden Pilpres 2014.
Ia menilai tudingan perbedaan hanya berasal dari faktor lipatan dokumen sehingga secara isi tetap sama.
Masak ketika mereka ditanya apa perbedaan antara ijazah yang satu dengan yang ini hanya karena perbedaan lipatan mereka bilang kan lucu secara substansial semua masih sama.
Dian juga menyatakan bahwa para tersangka tidak pernah meminta izin kepadanya terkait penggunaan foto ijazah yang diunggahnya.
Dan saya katakan memang tidak pernah sama sekali dan sampai hari ini saya tidak punya nomor kontak mau itu Pak Rismon Pak Roy Suryo ataupun dr Tifa dan semua yang ada namanya dalam surat panggilan itu saya tidak pernah ada nomor kontaknya sama mereka.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

