Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Dian Sandi Utama Sindir Said Didu Halusinasi: Prabowo Tak Lagi Tunduk Jokowi

Repelita Jakarta - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia Dian Sandi Utama merespons pernyataan aktivis sosial Said Didu yang menyebut Presiden Prabowo Subianto tidak lagi tunduk kepada mantan Presiden Joko Widodo.

Dian menilai narasi yang dibangun Said Didu tidak konsisten dan cenderung kontradiktif dalam membentuk opini publik.

Ia menyatakan "Yang mengatakan tunduk dia (Said Didu). Yang mengatakan tidak tunduk juga dia."

Dian menambahkan bahwa alasan-alasan yang menyertai tudingan tersebut juga berasal dari pihak yang sama sehingga menunjukkan inkonsistensi.

Ia menyatakan "Yang memberikan alasan pun juga dia (Said Didu)."

Dian melontarkan sindiran tajam terhadap Said Didu dengan menyebut bahwa pernyataan tersebut menunjukkan tanda-tanda halusinasi.

Ia menegaskan "Bapak (Said Didu) ini mulai berhalusinasi."

PSI yang menjadikan Jokowisme sebagai ideologi partai menganggap wacana hubungan Prabowo dan Jokowi sering digiring menjadi polemik politik yang tidak produktif.

Dian menekankan bahwa pemerintahan saat ini seharusnya dinilai dari kinerja serta program yang dijalankan bukan dari spekulasi hubungan personal antartokoh.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh opini yang dinilai tidak berbasis fakta jelas.

Said Didu sebelumnya menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak berada di bawah bayang-bayang Presiden ke-7 Joko Widodo.

Pernyataan tersebut disampaikan Said Didu dalam program Rosi di KompasTV pada tanggal 12 Februari 2026.

Ia menegaskan "Pak Prabowo memang kalau orang menyatakan bahwa dia tunduk sekali sama Pak Jokowi, saya menyatakan tidak. Jadi Pak Prabowo sekarang menuju menjadi dirinya sendiri."

Said Didu mengungkapkan bahwa dalam pertemuan di Jalan Kertanegara Jakarta pada tanggal 30 Januari 2026 Prabowo menegaskan posisinya secara langsung.

Menurut Said beberapa usulan dari Jokowi ditolak oleh Prabowo meskipun ia tidak membuka detail di publik.

Said menilai anggapan publik bahwa Prabowo masih dipengaruhi Jokowi lebih disebabkan oleh sikap hormat yang ditunjukkan Prabowo kepada pendahulunya.

Ia menyatakan bahwa ketidaksabaran publik terhadap Prabowo sebenarnya adalah penghormatan bukan tanda ketundukan.

Said memberikan contoh kebijakan sektor sawit sebagai bukti bahwa Prabowo tidak sekadar melanjutkan program era sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa program sawit seluas tiga koma tiga juta hektare yang sebelumnya dinegosiasi ulang justru diambil alih negara oleh Prabowo.

Said juga menyinggung respons Prabowo terhadap wacana dua periode yang berembus di publik.

Menurutnya Prabowo menegaskan bahwa ia belum berniat menyatakan ambisi dua periode dan fokus pada kerja pemerintahan.

Said menyatakan bahwa Prabowo bersedia dihukum rakyat jika dinilai gagal sehingga menunjukkan komitmen pada kinerja bukan ambisi politik jangka panjang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok





Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved