Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Darmadi PDIP Kritik Investasi Negara di Pasar Saham: Negara Sedang Bangun Apa?!

 Komisi Marketplace Terus Naik, Darmadi Durianto: Ini Alarm Serius bagi  Persaingan Usaha Nasional

Repelita Jakarta - Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Prof Darmadi Durianto, mempertanyakan investasi negara melalui Danantara di pasar saham.

Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Darmadi menyatakan negara masuk pasar saham sebelumnya diam-diam lewat Danantara, katanya demi menjaga pasar atau market, pada Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, langkah tersebut justru menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan publik, terutama terkait arah dan tujuan penggunaan dana negara.

Ia menilai wajar jika masyarakat mempertanyakan kebijakan tersebut, terlebih jika dana publik hanya digunakan untuk membeli saham di pasar sekunder.

Darmadi mempertanyakan, kalau dana negara hanya masuk ke pasar saham sekunder, sebenarnya negara sedang membangun apa?

Ia berpendapat bahwa aktivitas tersebut tidak menciptakan pembangunan baru.

Menurutnya, membeli saham yang sudah beredar tidak menambah jumlah pabrik.

Ia menegaskan membeli saham yang sudah beredar tidak menambah pabrik pun, tidak menciptakan lapangan kerja baru, tidak menambah kapasitas produksi masional.

Langkah tersebut juga tidak membuka lapangan kerja baru.

Selain itu, transaksi di pasar sekunder tidak meningkatkan kapasitas produksi nasional dan dampaknya terhadap ekonomi riil dinilai sangat terbatas.

Darmadi menegaskan bahwa yang terjadi hanyalah perpindahan kepemilikan, di mana uang berpindah tangan tanpa menciptakan nilai tambah baru.

Ia mengingatkan bahwa dana Danantara merupakan dana publik, biaya pengelolaannya mahal, dan risikonya ditanggung negara.

Darmadi menerangkan, padahal dana Danantara adalah dana publik, biayanya mahal, risikonya ditanggung negara, karena itu arah investasinya harus jelas, clear.

Karena itu, arah investasinya menurutnya harus jelas dan terukur.

Pemerintah diminta tidak bersikap abu-abu dalam menentukan tujuan.

Darmadi menjelaskan, jika tujuannya adalah stablisasi pasar, kerangkanya perlu disampaikan terbuka.

Jika tujuan imbal akhir perhitungannya harus terukur, dan jika Danantara memperkuat ekonomi nasional, investasi harus masuk ke sektor produktif.

Sementara jika ingin memperkuat ekonomi nasional, investasi harus masuk ke sektor produktif.

Sektor inilah yang menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja.

Ia mengaitkan hal tersebut dengan janji pemerintah membuka 19 juta lapangan kerja.

Menurutnya, investasi negara seharusnya mendukung target tersebut.

Darmadi menegaskan bahwa investasi negara bukan sekadar aktif di bursa, melainkan soal dampaknya bagi ekonomi riil.

Ia juga menolak anggapan bahwa transparansi mengganggu pasar.

Justru keterbukaan menjadi fondasi utama kepercayaan publik.

Darmadi memungkasi, investasi negara bukan sekadar aktif di bursa, tapi soal dampaknya bagi ekonomi rill.

Transparansi bukan gangguan pasar, justru itu fondasi kepercayaan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved