
Repelita Jakarta - Cucu Presiden pertama RI Soekarno yaitu Didi Mahardhika Soekarno menegaskan komitmen penuhnya menjalankan amanah dari almarhum ibundanya Rachmawati Soekarnoputri untuk tetap setia kepada Presiden Prabowo Subianto.
Mahardhika yang merupakan kader Partai Gerindra menyatakan pilihan politiknya berbeda dari mayoritas keluarga besar Bung Karno bukan keputusan impulsif melainkan berdasarkan keyakinan mendalam.
Ia menjalankan dua amanah utama yakni pesan ibundanya untuk setia pada Prabowo serta Partai Gerindra serta hubungan dekat personal dengan Prabowo yang dianggapnya seperti keluarga sendiri.
Didi Mahardhika mengungkapkan pesan ibundanya sangat jelas agar tetap setia kepada Bapak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra yang telah dijalankannya sejak lama.
Pada peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra ia menyampaikan ucapan selamat serta harapan agar partai terus menjadi kekuatan pemersatu bangsa.
Mahardhika menjelaskan pilihannya bergabung dengan Gerindra dilandasi kesesuaian ideologi karena partai itu merepresentasikan nilai-nilai Bung Karno tanpa dikotomi atau benturan dengan pihak lain.
Menurutnya Gerindra selaras dengan darah ideologi yang mengalir dalam dirinya yaitu garis ajaran kakeknya Bung Karno yang tidak dibenturkan dengan siapa pun.
Hubungan dengan Prabowo bagi Mahardhika bukan hanya politik melainkan sudah menjadi ikatan personal yang kuat seperti ayah sendiri.
Ia menegaskan Pak Prabowo sudah seperti bapak sendiri sehingga amanah itu dipegang teguh dalam setiap langkahnya.
Mahardhika juga menyayangkan masih ada kelompok yang menghidupkan dikotomi lama seperti pro-Soekarno versus pro-Soeharto yang dianggapnya sudah tidak relevan.
Menurutnya pola pembelahan semacam itu hanya memperkecil bangsa dan tidak lagi sesuai dengan kebutuhan persatuan saat ini.
Sebagai keturunan Bung Karno Mahardhika mengakui ideologi politik telah menjadi bagian dari dirinya sejak lahir.
Namun ia ingin menjalankan warisan tersebut dengan cara yang lebih menyatukan daripada memecah belah sesuai kondisi bangsa sekarang.
Mayoritas keturunan Bung Karno memilih jalur PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri yang berlandaskan Marhaenisme.
Marhaenisme merupakan ajaran Soekarno yang menekankan keberpihakan pada rakyat kecil keadilan sosial kemandirian bangsa serta anti-penindasan dan anti-imperialisme.
Istilah Marhaen diambil dari nama petani kecil yang ditemui Soekarno sebagai simbol rakyat jelata Indonesia.
Ideologi PDI Perjuangan secara garis besar adalah nasionalis-kerakyatan yang berpijak pada Pancasila serta ajaran Marhaenisme.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

