
Repelita Jakarta - Peneliti media dan politik Buni Yani mendesak Presiden ke-7 Joko Widodo untuk berkata jujur mengenai polemik ijazah Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada yang hingga kini masih bergulir di Polda Metro Jaya.
Harapan tersebut disampaikan Buni Yani melalui akun Facebook pribadinya pada Kamis (12/2/2026) merespons pemeriksaan terhadap Jokowi di Mapolresta Surakarta sehari sebelumnya.
"Jokowi kembali diperiksa Polresta Solo hari ini. Kau panen yang kau tanam. Sudahlah jujur saja biar cepat kelar urusan ijazah ini," tulis Buni Yani.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri respons warganet, dengan mayoritas komentar menyatakan skeptis bahwa mantan kepala negara akan berbicara jujur terkait perkara yang telah menyita perhatian publik berbulan-bulan.
"Terlanjur bohong sekalian saja sampe mati," kata Witono Witono dalam kolom komentar.
"Di dunia msh bisa menutupi kebohongan dgn kebohongan yang baru.. Pada akhirnya kebohongan itu akan di pertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat..," sambung Yuyun Wahyudi.
Jokowi menjalani pemeriksaan tambahan selama sekitar 2,5 jam di Mapolresta Surakarta pada Rabu (11/2/2026) sebagai saksi dalam kasus dugaan ijazah palsu yang menjerat tiga tersangka Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauziah Tyassuma.
Usai pemeriksaan, mantan Wali Kota Solo itu hanya melontarkan pernyataan singkat tanpa bersedia menjawab pertanyaan wartawan.
"Iya ada pemeriksaan tambahan," kata Jokowi singkat.
Pemeriksaan ini merupakan kali kedua Jokowi diperiksa penyidik Polda Metro Jaya dalam perkara yang sama, setelah sebelumnya pelimpahan berkas perkara trio Roy Suryo Cs dikembalikan kejaksaan karena dinilai belum lengkap.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

