Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Bubarkan Salat saat Demo , Polisi Australia Dituntut Minta Maaf kepada Umat Muslim

 Bubarkan Salat saat Demo , Polisi Australia Dituntut Minta Maaf kepada Umat Muslim

Repelita Sydney - Sejumlah organisasi Muslim Australia mendesak Komisaris Polisi New South Wales Mal Lanyon untuk menyampaikan permintaan maaf resmi kepada seluruh komunitas Muslim atas insiden pengusiran paksa jemaah yang tengah menunaikan salat dalam aksi protes menentang kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog di Balai Kota Sydney pada Senin (9/2/2026).

Dewan Imam Nasional Australia atau ANIC mengonfirmasi telah menerima permintaan maaf dari Lanyon terkait insiden yang terekam dalam video dan viral di media sosial yang memperlihatkan aparat berseragam menarik paksa jemaah dari barisan salat.

Syekh yang memimpin jalannya ibadah pada momen itu menggambarkan tindakan polisi sebagai "tidak terkendali dan agresif" serta sangat mengganggu kekhusyukan pelaksanaan ritual keagamaan di ruang publik.

"Saya telah menghubungi anggota senior komunitas Muslim dan telah meminta maaf atas segala pelanggaran yang mungkin telah dilakukan oleh mereka yang sedang melakukan salat keagamaan," kata Lanyon kepada 2GB.

Namun ia menambahkan bahwa tindakan pengusiran tersebut merupakan langkah yang diperlukan untuk mulai membubarkan kerumunan karena situasi di lapangan dinilai sudah tidak kondusif.

Presiden ANIC Imam Shadi Alsuleiman membenarkan bahwa Lanyon telah menghubunginya secara pribadi untuk menyampaikan permintaan maaf atas nama institusi kepolisian.

Akan tetapi dua organisasi Muslim terbesar lainnya menyatakan tidak pernah menerima komunikasi serupa dari komisaris maupun pejabat pemerintahan New South Wales.

Presiden Federasi Dewan Islam Australia atau AFIC Rateb Jneid menegaskan bahwa dirinya tidak pernah dihubungi baik oleh Lanyon maupun Perdana Menteri Chris Minns pascainsiden yang memicu kemarahan luas komunitas Muslim Australia.

"Tentu saja tidak ada permintaan maaf yang diberikan olehnya atau perdana menteri kepada komunitas melalui AFIC," tegas Jneid.

Asosiasi Muslim Lebanon juga menyampaikan pernyataan serupa bahwa mereka belum menerima permintaan maaf resmi dan menuntut Lanyon menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh komunitas Muslim tanpa kecuali.

Juru bicara Hajj Gamel Kheir menegaskan bahwa apa pun yang kurang dari permintaan maaf publik yang tulus akan menjadi penghinaan berat bagi komunitas Muslim dan sinyal berbahaya bahwa mengganggu ibadah di ruang publik dapat dilakukan tanpa hukuman.

"Islamofobia tidak hanya ditoleransi, tetapi juga dibenarkan dan didukung oleh polisi dan pemerintah," ujar Kheir mengkritik keheningan institusi negara.

Perdana Menteri New South Wales Chris Minns sebelumnya menyatakan bahwa tidak ada pihak mana pun baik polisi maupun pemerintah yang berniat menimbulkan pelanggaran terhadap umat beragama.

Pemerintah dan kepolisian NSW berjanji akan bertemu dengan para pemimpin komunitas Islam untuk mendengarkan keluhan, menjelaskan konteks situasi, dan mengatasi kekhawatiran bersama.

Sementara itu Kementerian Kepolisian NSW Yasmin Catley justru menyalahkan penyelenggara protes Palestine Action Group atas eskalasi ketegangan di lapangan.

Catley juga menyatakan bahwa kelompok tersebut harus meminta maaf kepada keluarga Nedal, remaja 16 tahun yang diduga didorong ke tanah, ditendang, dan ditahan oleh polisi sebelum akhirnya dibebaskan tanpa dakwaan.

Nedal menuturkan pengalamannya kepada ABC bahwa ia menghadiri protes secara damai bersama ibu, saudara perempuan, dan keponakannya yang masih bayi ketika petugas polisi tiba-tiba menyerangnya.

"Mereka mencengkeram keffiyeh saya, syal saya, dan menyeret saya, menarik saya, menendang saya di lantai, lutut ke kepala saya, lutut ke leher saya, dan kemudian memborgol saya," ungkap remaja tersebut.

Ibunya Kefah Maradweh menegaskan akan mengajukan tuntutan hukum terhadap polisi karena tindakan tersebut merupakan serangan yang disengaja terhadap putranya yang tidak melakukan kesalahan apa pun selain membela nilai-nilai kemanusiaan.

Lanyon menyatakan bahwa setiap petugas polisi bertanggung jawab secara individu atas tindakan mereka, namun ia meminta publik untuk melihat seluruh rangkaian insiden dalam konteks yang utuh.

Hingga berita ini diturunkan, kesenjangan antara pengakuan komisaris yang mengklaim telah meminta maaf dengan kenyataan bahwa dua organisasi Muslim utama tidak pernah dihubungi masih menjadi sumber ketegangan yang belum terselesaikan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved