![]()
Repelita Jakarta - Amerika Serikat secara signifikan memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan enam belas kapal perang sekitar empat puluh ribu personel militer serta setidaknya tujuh sayap udara yang terdiri dari ratusan pesawat tempur.
Langkah penguatan ini dilakukan di tengah eskalasi ketegangan antara Washington dan Teheran sementara Presiden Donald Trump menyatakan bahwa dalam sepuluh hingga lima belas hari mendatang keputusan akhir akan diambil antara menempuh jalur diplomasi atau melancarkan operasi militer terhadap Iran.
Menurut laporan Financial Times Amerika Serikat menempatkan lima sayap udara yang masing-masing terdiri dari sekitar tujuh puluh pesawat di pangkalan militer yang berada di Yordania Kuwait Qatar Arab Saudi serta Uni Emirat Arab.
Dua sayap udara lainnya ditempatkan di atas kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford sehingga memperkuat kemampuan operasional kapal induk serta memperluas jangkauan serangan di wilayah tersebut.
Presiden Donald Trump menyebut armada enam belas kapal perang yang sedang bergerak menuju Iran sebagai kekuatan besar yang siap bertindak.
Ia menyatakan harapannya agar Iran bersedia bernegosiasi untuk mencapai kesepatan yang adil dengan syarat penghapusan sepenuhnya program senjata nuklir.
Pangkalan udara Muwaffaq Salti di Yordania kini menjadi salah satu pusat utama dengan menampung setidaknya enam puluh enam jet tempur termasuk delapan belas unit F-35 tujuh belas unit F-15 serta delapan unit A-10 ditambah pesawat perang elektronik EA-18 dan pesawat angkut.
Pangkalan udara di Arab Saudi juga mengalami peningkatan jumlah jet tempur yang menunjukkan ekspansi kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.
Jumlah personel militer Amerika Serikat di Timur Tengah saat ini mencapai sekitar empat puluh ribu orang yang mencerminkan konsentrasi kekuatan militer dalam skala besar.
Dalam pertemuan di Washington Presiden Donald Trump menyatakan sekarang kita mungkin harus melangkah lebih jauh atau mungkin tidak sambil menambahkan mungkin kita akan membuat kesepakatan dengan Iran.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa kebijakan Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan akan menentukan arah hubungan dengan Iran.
Trump juga mendorong peningkatan kekuatan militer secara masif termasuk penempatan kapal induk dan pesawat tempur sebagai persiapan untuk kemungkinan kampanye udara jangka panjang terhadap Iran.
Namun belum ada penjelasan mendetail mengenai alasan utama potensi konflik tersebut sehingga memunculkan pertanyaan tentang tujuan strategis serta risiko eskalasi di kawasan.
Di lingkungan pemerintahan Amerika Serikat terdapat perbedaan pandangan di mana seorang pejabat senior Gedung Putih menyatakan bahwa meskipun retorika Trump semakin keras belum ada konsensus penuh untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Para penasihat khawatir bahwa penekanan pada opsi militer dapat mengalihkan perhatian pemilih dari isu ekonomi domestik menjelang pemilihan paruh waktu.
Pejabat Gedung Putih lainnya menanggapi bahwa pendekatan Presiden Trump telah memberikan hasil positif dan semua langkah diambil demi kepentingan Amerika Serikat baik untuk menciptakan dunia yang lebih aman maupun untuk menghasilkan manfaat ekonomi bagi negara.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

