Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Analis Nilai Prabowo Belum Punya Penantang Kuat di Pilpres 2029, Fokus Beralih ke Sosok Pendamping Presiden

 Prabowo siap tak maju di Pilpres 2029 jika kecewa dengan kinerjanya -  ANTARA News

Repelita Jakarta - Analis politik Hendri Satrio menilai belum terlihat sosok yang mampu menandingi Presiden Prabowo Subianto dalam kontestasi Pilpres 2029 mendatang.

Diterimanya berbagai program kerja pemerintahan seperti Makan Bergizi Gratis oleh publik dinilai menjadi salah satu faktor pendukung posisi Prabowo.

Poros oposisi juga dinilai belum menunjukkan tanda-tanda serius dalam mempersiapkan atau mengusung tokoh kuat sebagai calon penantang.

Bahkan partai dengan basis massa besar seperti PDI Perjuangan belum memperlihatkan geliat signifikan untuk mengeluarkan figur calonnya.

Menurut Hendri Satrio yang akrab disapa Hensa, perdebatan yang justru menarik saat ini adalah mengenai sosok pendamping presiden pada periode berikutnya.

Pilihan calon wakil presiden akan sangat menentukan stabilitas pemerintahan sekaligus mempengaruhi dinamika kompetisi politik ke depan.

Ia memaparkan tiga kategori potensial yang mungkin dipilih Prabowo sebagai pasangan dalam kontestasi tahun 2029.

Opsi pertama adalah figur yang berasal dari internal Partai Gerindra untuk menjaga keseimbangan kekuatan di dalam koalisi pemerintahan.

Memilih calon dari partai koalisi lain dinilai dapat memberikan panggung politik yang justru menguntungkan dan memperkuat partai tersebut.

Opsi kedua adalah sosok yang tidak berasal dari partai politik atau berlatar belakang independen untuk mengurangi dinamika kepentingan internal.

Sementara opsi ketiga adalah figur yang tidak memiliki ambisi untuk maju sebagai calon presiden pada periode berikutnya setelah 2029.

Calon dengan ambisi kuat untuk menjadi presiden dikhawatirkan akan lebih fokus membangun pencitraan pribadi daripada mendukung kerja pemerintah.

Pertanyaan mengenai peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk kembali mendampingi Prabowo juga sempat mengemuka.

Hensa memberikan catatan bahwa jika Gibran memiliki orientasi kuat untuk maju sebagai capres pada 2034, sebaiknya tidak dipilih sebagai pendamping.

Hal ini untuk mencegah potensi konflik kepentingan dan memastikan fokus pemerintahan tetap pada program kerja yang sedang berjalan.

Evaluasi terhadap peta politik ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika internal koalisi dan respons publik terhadap kinerja pemerintahan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved