Repelita Jakarta - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais menyatakan rasa syukurnya atas munculnya sejumlah tokoh dari kalangan sipil maupun militer yang memikirkan masa depan bangsa Indonesia.
Alhamdulillah di tengah kepengapan dan kegagapan ataupun kebingungan bangsa dalam membaca masa depan Indonesia muncul tokoh-tokoh bangsa dari kalangan sipil maupun militer yang mengibarkan bendera perlunya perubahan mereka menggagas pendirian GMKR gerakan merebut kembali kedaulatan rakyat jelas Amien Rais.
Ia menjelaskan bahwa gerakan tersebut bertujuan memulihkan kedaulatan rakyat yang saat ini dianggap telah terbenam dan harus dikembalikan kepada pemiliknya yang sah.
Amien Rais mengungkap adanya kekuatan mafia serta oligarki yang sedang menindas suara rakyat dan merampas hak-haknya secara sistematis.
Para pendiri GMKR khawatir kedaulatan rakyat telah roboh karena kekuatan sejati kini tidak lagi berada di tangan rakyat melainkan telah direnggut oleh para mafioso yang berhasil menggusur rakyat dari hak kedaulatannya.
Secara formal rakyat masih berdaulat namun secara substansial hakikat kedaulatan telah dipegang oleh oligarki laknat yang menjadi penguasa sejati dan menguasai sumber daya alam milik bangsa Indonesia.
Sejak era Jokowi negara atau pemerintahan tidak lagi menjadi penguasa atas nama rakyat dalam mengelola serta melindungi sumber daya alam melainkan dipersembahkan kepada korporatokrasi dan konglomerasi asing.
Celakanya kebanyakan wakil rakyat di DPR tidak semua tapi cukup banyak dan juga anggota DPD yang hampir semuanya cukup cerdas dan terdidik tidak mau berpikir bahwa terlalu banyak korporasi ekstraktif asing yang siang malam menggarong kekayaan alam kita itu ya jelas Amien Rais dikutip dari kanal YouTubenya Minggu 8 Februari 2026.
Akibatnya bangsa Indonesia tidak lagi menjadi tuan di rumah sendiri sementara korporasi asing menjadi penguasa dan rakyat Indonesia berubah menjadi budak atau kuli.
Kita telah meremehkan wanti-wanti Bung Karno Bung Karno telah berkata kurang lebih jika kita tidak awas dan malas kemerdekaan kita ataupun kedaulatan kita bisa hilang dan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa kuli tandasnya.
Amien Rais menyebut contoh di sektor pertambangan emas dan tembaga seperti Freeport McMoRan dari Amerika di Papua Vale S.A dari Brasil yang mengeduk nikel di Sorowako serta perusahaan China yang mengangkut nikel di Teluk Weda pesisir timur Pulau Halmahera.
Ia menegaskan bahwa nikel terbesar berada di Halmahera bukan di tempat lain dan perusahaan asing tersebut memandang bangsa Indonesia serta pemerintahannya sebagai lemah dan tolol.
Seolah tidak terbersih di pikiran kita orang Indonesia bahasa Indonesia untuk melindungi kekayaan alam itu yang seharusnya memang oleh Allah diperuntukkan untuk bangsa Indonesia sendiri ya mengapa karena itu di tanah air kita ya di teritori kita seolah kita ini maaf menjadi ya menjadi dungu tadi oleh karena itu saudara-saudara kita perlu bahkan harus mendukung tokoh sipil dan militer para purnawirawan yang membikin gerakan merebut kembali kedaulatan rakyat dari tangan oligarki tandas Amien Rais.
Pada 31 Januari lalu para tokoh tersebut menggelar pertemuan di salah satu hotel di Jakarta untuk memperkuat gerakan sipil dalam pendirian GMKR dengan melibatkan nama-nama seperti Rizal Fadilah Maran Batubara Mursalin Menuk Wulandari serta Refri Harun.
Dari kalangan mantan TNI dan Polri terdapat tokoh seperti Mayjen TNI Sunarko Laksamana TNI Muryono Aladin Brigjen TNI Purnowo serta Irjen Polisi Napoleon Bonaparte.
Lima target utama perjuangan GMKR adalah pertama mengembalikan kedaulatan rakyat kedua mengadili mantan Presiden Jokowi ketiga memakzulkan Gibran dari jabatan wakil presiden keempat Presiden Prabowo secepatnya mengoreksi total tata kelola negara dan kelima menegakkan hukum memberantas korupsi serta melaksanakan reformasi Polri yang hingga kini belum jelas.
Marwan Batubara salah satu anggota GMKR meminta Prabowo segera melepaskan diri dari bayang-bayang Jokowi dan tidak menunggu people power karena pemerintahan harus waspada menghadapi kemungkinan gejolak sosial politik yang dapat meledak.
Amien Rais memperingatkan bahwa people power saat ini akan jauh berbeda dengan tahun 1998 karena konteks politik ekonomi serta cengkeraman globalisasi telah sangat berbeda dan mengancam sendi-sendi negara.
Presiden Prabowo harus waspada betul tambahnya.
Ia menyebut sebagian besar rakyat Indonesia yang merasa tersisih dan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dasar jumlahnya telah melampaui lima puluh juta orang sehingga jika mereka murka dan turun ke jalan tidak ada kekuatan politik yang mampu meredam.
Karena itu Amien Rais berharap Presiden Prabowo berkonsentrasi meredam potensi eksplosif politik dengan menginisiasi sarasehan nasional pada bulan Ramadan mendatang yang melibatkan tokoh intelektual spiritual keagamaan mahasiswa serta jurnalis.
Dengan demikian potret masa depan bangsa dapat dimiliki pemerintahan Prabowo agar tidak sesat di tengah jalan.
Jadi Pak Prabowo Anda jangan pernah menjadi Mr Neto ya no action talk only dulu Prabowo sering menggambarkan Indonesia bisa bubar sekarang ini ancaman yang mengerikan itu sepertinya sudah kelihatan gejala-gejalanya awalnya sebutnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

