
Repelita Jakarta - Seorang warganet bernama Setiya Jogja mengusulkan ide satir terkait potongan pajak penghasilan pasal 21 yang tercantum dalam slip gaji karyawan.
Usulan itu terinspirasi dari materi stand-up comedy Panji Pragiwaksono dalam pertunjukan berjudul Mens Rea.
Dalam penampilannya, Panji menyebut bahwa gaji pejabat negara bersumber dari pajak masyarakat, salah satunya melalui pemotongan PPh 21 yang dilakukan perusahaan setiap bulan.
Setiya Jogja berpendapat bahwa mengganti istilah PPh 21 di slip gaji dengan frasa yang lebih langsung akan membuat masyarakat lebih sadar akan hubungan mereka dengan pengelolaan negara.
Misalnya diganti menjadi potongan untuk gaji pejabat atau bahkan potongan buat gaji Gibran.
Dengan perubahan penyebutan tersebut, warga diharapkan merasa memiliki hak lebih kuat untuk menuntut penggunaan dana pajak yang transparan dan benar.
Dana itu seharusnya tidak dipakai untuk memperkaya pihak-pihak tertentu saja.
Ia kemudian mengajak pembaca memikirkan alternatif penamaan yang sesuai untuk potongan PPh 21 di slip gaji masing-masing.
Beberapa opsi yang disebutkan antara lain patungan biayai negara, patungan buat gaji presiden, patungan buat gaji menteri, patungan buat gaji Bahlil, patungan buat gaji Erick Thohir, patungan buat gaji Zulhas, atau pilihan lain sesuai pandangan pribadi.
Editor: 91224 R-ID Elok

