Repelita [Jakarta] - Sebuah cuitan di platform media sosial X dari akun @BangEdiii menyoroti perbedaan tajam antara perjuangan ekonomi rakyat biasa dengan akumulasi kekayaan yang dinisbatkan kepada kalangan tertentu. Cuitan yang diposting pada Selasa 13 Januari 2026 tersebut menggambarkan kontras antara kerja keras jutaan warga dengan peningkatan kekayaan yang disebutkan mencapai angka miliaran rupiah per harinya.
Dalam cuitannya, Bang Edi menuliskan bahwa di saat banyak rakyat bekerja antara delapan hingga lima belas jam sehari hanya untuk memenuhi kebutuhan makan dan tempat tinggal, terdapat pihak-pihak tertentu yang kekayaannya bertambah sangat signifikan. Unggahan tersebut menyebutkan angka pertambahan kekayaan sebesar enam miliar rupiah per hari yang dihasilkan dari operasional seribu unit dapur dengan masing-masing menghasilkan keuntungan bersih enam juta rupiah.

Unggahan itu telah memantik respons dari berbagai pihak termasuk akun @bu_trisno yang mengungkapkan perasaan sakit hati sebagai rakyat biasa menyaksikan kesenjangan yang semakin melebar. Komentar yang ditulis pada pukul 09.41 tanggal 13 Januari 2026 tersebut menyatakan kekecewaan terhadap kondisi di mana lingkaran penguasa dinilai semakin kaya sementara masyarakat luas berjuang memenuhi kebutuhan dasar.
Cuitan asli dari @BangEdiii telah mendapatkan berbagai reaksi dari pengguna media sosial lainnya dengan jumlah interaksi yang cukup tinggi. Diskusi yang berkembang mencerminkan keprihatinan publik terhadap isu kesenjangan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan di tengah masyarakat. Banyak tanggapan yang menyatakan empati terhadap kondisi yang diungkapkan dalam cuitan tersebut sekaligus mengkritisi sistem yang dianggap tidak adil.
Pembahasan ini muncul dalam konteks wacana publik yang lebih luas mengenai distribusi kekayaan dan akses ekonomi di Indonesia. Unggahan-unggahan semacam ini menunjukkan adanya perhatian masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam sistem ekonomi nasional. Dialog publik mengenai topik ini terus berkembang di berbagai platform media sosial dengan melibatkan berbagai perspektif dan sudut pandang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

