Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Usai Ibu Sampaikan Kritik di Medsos, Miris Dua Bersaudara Alfan dan Arsha Diputus Jatah MBG

BGN Hentikan Sementara Program MBG di Sorong Usai Temuan Belatung - Gaya  Hidup

Repelita Pesawaran - Dua bersaudara siswa di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung tidak lagi menerima jatah Makan Bergizi Gratis selama tiga hari terakhir.

Alfan siswa Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah dan adiknya Arsha siswa Raudhatul Athfal Ma'arif terdampak penghentian hak tersebut di Kecamatan Tegineneng.

Peristiwa ini semakin menambah sorotan negatif terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Penghentian jatah MBG bagi kedua anak itu diduga kuat berawal dari kritik yang disampaikan ibu mereka melalui media sosial yang sempat menjadi perbincangan luas.

Kritik tersebut dianggap memicu sanksi sepihak dari pengelola dapur MBG setempat.

Pimpinan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Desa Tri Mulyo Dewi membantah telah melakukan intimidasi terhadap orang tua Alfan dan Arsha.

Meski demikian Dewi mengonfirmasi bahwa pihaknya memang memberikan sanksi berupa penghentian MBG selama satu periode atau satu minggu kepada kedua siswa tersebut.

Menurut Dewi kritik yang disampaikan orang tua kedua anak itu dianggap merugikan dan mencemarkan nama baik dapur SPPG Tri Mulyo.

Dalam postingan itu disebutkan distribusi MBG 1.000 porsi tanpa penjelasan per hari seolah-olah hanya sekali padahal Wakil Ketua BGN Ibu Nanik sudah menjelaskan mekanisme MBG bisa disesuaikan dengan kesepakatan sekolah dan kami sudah berkoordinasi dengan PIC masing-masing sekolah klaimnya.

Pemerintah Kabupaten Pesawaran langsung merespons kejadian tersebut dengan melakukan penjangkauan dan pendampingan terhadap kedua anak yang terdampak di Desa Tri Mulyo Kecamatan Tegineneng pada Kamis 22 Januari 2026.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemkab Pesawaran Maisuri menyatakan pendampingan difokuskan pada dukungan psikologis serta memastikan kedua anak tidak mengalami trauma berkepanjangan.

Kami mendapat laporan adanya dua anak yang tiba-tiba diputus hak MBG-nya padahal mereka tidak mengetahui apa-apa kami memastikan kondisi psikologis anak tetap baik dan hak mereka dapat kembali dipenuhi ungkap Maisuri.

Maisuri menjelaskan pemutusan hak MBG secara tiba-tiba berpotensi mengganggu kondisi psikologis anak terutama ketika mereka melihat teman-temannya masih menerima jatah yang sama tanpa alasan jelas yang bisa dipahami.

Hal seperti ini tentu berdampak pada perasaan anak karena itu kami hadir untuk memastikan mereka terlindungi dan tidak mengalami trauma imbuhnya.

Mewakili Bupati Pesawaran Kadis P3AP2KB berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di wilayah tersebut.*

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved