Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Uceng Diancam Telepon Mengaku Polisi, Modus Intimidasi Murahan yang Dibiarkan Berkeliaran, Diancam Ditangkap

Biodata Zainal Arifin Mochtar - TokohIndonesia.com - Tokoh.ID

Repelita Yogyakarta - Pakar hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar, mengalami intimidasi berupa panggilan telepon ancaman dari nomor tidak dikenal yang mengatasnamakan institusi kepolisian.

Akademisi yang biasa disapa Uceng ini membagikan pengalaman tersebut melalui akun Instagram pribadinya @zainalarifinmochtar pada Jumat, 2 Januari 2026.

Penelepon dari nomor +6283817941429 mengklaim sebagai personel Polresta Yogyakarta dan memerintahkan Uceng untuk segera datang sambil membawa kartu identitas diri.

"Baru aja masuk telepon ini. Ngaku dari Polresta Jogjakarta, meminta segera menghadap dan membawa ktp, jika tidak akan segera melakukan penangkapan," tulisnya.

Uceng menggambarkan nada bicara penelepon yang sengaja dibuat mengintimidasi lengkap dengan ancaman penangkapan jika tuntutan tidak dipatuhi.

Ia menduga pelaku memanipulasi intonasi suara agar terkesan memiliki wewenang resmi sebagai aparat penegak hukum.

"Suaranya diberat-beratkan supaya kelihatan punya otoritas. Dalam beberapa hari ini sy dah dihubungi tindakan sejenis dah dua kali. Saya hanya ketawa dan matiin hape lalu lanjut ngetik," tulisnya lagi.

Menurut Uceng, pola ancaman melalui telepon seperti ini merupakan modus penipuan yang sudah umum dan seharusnya mudah dikenali oleh masyarakat.

Namun ia menyesalkan bahwa praktik semacam ini masih sering terjadi karena tampaknya tidak mendapat penanganan tegas dari pihak berwajib.

"Well, siapapun tau yg kayak beginian adalah penipuan dan gak jelas. Tololnya dia bisa menelpon berkali2. Tapi bagaimana pun di negeri ini penipu macam begini terlalu diberi ruang bebas. Nyaris nda pernah ada yg dikejar dengan serius. Data kita diperjual belikan dan berbagai tindakan scam lainnya," tulis Uceng.

Ia juga menyampaikan peringatan keras kepada para pelaku agar menghentikan penggunaan nama kepolisian sebagai sarana untuk mengancam dan menakuti orang tertentu.

"Yang kedua, kepada para penipu, jangan jualan polisi untuk ngancam dan nakutin orang2 tertentu. Gak akan ngefek," katanya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved