
Repelita Melbourne - Mahasiswa asal Indonesia Tika Tazkya Nurdyawati menjadi viral setelah menyampaikan pidato mewakili lulusan di University of Melbourne, universitas peringkat pertama di Australia.
Ia berhasil meraih gelar pascasarjana dengan predikat First Class Honours atau Cum Laude.
Tika Tazkya Nurdyawati memberikan klarifikasi penting melalui akun Instagram pribadinya pada 3 Januari 2026.
Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya adalah penerima Beasiswa Indonesia Maju. Ini penting bagi saya karena beasiswa bukan hanya label—beasiswa mewakili tanggung jawab institusional.
Ia menekankan rasa terima kasih kepada rakyat Indonesia yang membiayai program tersebut melalui pajak mereka.
Selain itu, Tika memperbaiki informasi mengenai indeks prestasi kumulatif yang disebutkan saat upacara kelulusan.
Angka 81,83 merupakan IPK tahun 2024, sementara IPK akhir tahun 2025 mencapai 86,13 setelah perjuangan panjang.
Terlepas dari ketidakakuratan kecil ini, saya sungguh bersyukur atas kesempatan, kepercayaan, dan pengakuan yang diberikan.
Ia memandang pencapaian ini sebagai awal baru dalam karier akademis, profesional, serta pengembangan pribadi.
Semoga tonggak sejarah ini membuat saya tetap rendah hati sekaligus mendorong saya untuk maju.
Tika Tazkya Nurdyawati dikenal sebagai aktivis pendidikan dari Bandung sekaligus pendiri komunitas Muda Empati.
Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
Klarifikasi ini disampaikan untuk menjaga akurasi dan transparansi setelah video pidato serta upacara kelulusannya menyebar luas di media sosial.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

