Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Tersangka Roy Suryo Sebut Foto Eggi Sudjana Berpelukan dengan Jokowi adalah Hasil Rekayasa AI.

 Roy Suryo Desak Transparansi Pertemuan Jokowi–Eggy–Damai di Solo, Singgung Sindiran “Aktivis Kanebo” dan Pengawalan Polisi

Repelita Jakarta - Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Roy Suryo memberikan klarifikasi terkait foto yang beredar luas.

Ia menegaskan bahwa foto yang menunjukkan Eggi Sudjana berpelukan dengan Joko Widodo merupakan rekayasa digital.

Roy Suryo menyebut foto tersebut sengaja dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Tujuannya adalah untuk menciptakan kesan seolah-olah telah terjadi pertemuan dan rekonsiliasi antara kedua pihak.

Menurutnya, foto palsu tersebut telah disebarluaskan melalui sejumlah situs media online.

Dampaknya, sebagian besar masyarakat terpengaruh dan mempercayai keaslian gambar tersebut.

Ia mengklasifikasikan penyebaran foto tersebut sebagai bagian dari kampanye hoaks yang sistematis.

Sebelumnya, memang terjadi pertemuan antara Eggi Sudjana dengan Joko Widodo di Solo.

Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman pribadi mantan presiden pada awal bulan Januari.

Sekretaris Jenderal Relawan Jokowi Muhammad Rahmad mengonfirmasi terjadinya pertemuan tertutup.

Ia menyebut suasana pertemuan tersebut penuh dengan keharuan dan diterima dengan sangat baik.

Pertemuan tidak didokumentasikan dalam bentuk foto atau video karena bersifat sangat terbatas.

Namun Muhammad Rahmad menyaksikan langsung momen emosional yang terjadi selama pertemuan.

Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dikabarkan berpelukan erat dengan Joko Widodo.

Momen tersebut membuat para saksi yang hadir turut terharu dan berkaca-kaca.

Pertemuan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Eggi Sudjana untuk Joko Widodo dan keluarga.

Muhammad Rahmad menggambarkan pertemuan tersebut sebagai contoh patriotik dalam kehidupan berbangsa.

Namun Roy Suryo tetap bersikukuh bahwa foto yang beredar adalah palsu meski pertemuan memang terjadi.

Ia menekankan pentingnya masyarakat lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar.

Verifikasi terhadap kebenaran sebuah foto atau informasi harus dilakukan sebelum mempercayainya.

Penyebaran konten rekayasa digital dinilai dapat memengaruhi opini publik secara signifikan.

Perlunya edukasi literasi digital menjadi semakin penting di tengah maraknya teknologi kecerdasan buatan.

Masyarakat diharapkan dapat membedakan antara fakta pertemuan dengan rekayasa foto yang beredar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved