Repelita Jakarta - Ponakan Presiden Prabowo Subianto yang menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono telah resmi mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Gerindra setelah dinominasikan sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Pengunduran diri tersebut diungkap Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi pada Selasa 20 Januari 2026 di Istana Jakarta.
Prasetyo menyatakan bahwa Thomas telah memenuhi semua persyaratan yang diperlukan saat pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI dilakukan.
Penulis terkenal Tere Liye memberikan tanggapan kritis terhadap situasi ini melalui unggahan di akun media sosialnya pada Kamis 22 Januari 2026.
Ia menilai proses tersebut menunjukkan permainan elite politik yang sangat licin.
Sudah mundur 31 Desember kata elit Gerindra saya yang mengajukan dia jadi deputi Gubernur kata Gubernur BI tinggal DPR yang menyetujui dengan cepat ketuk palu sempurna sudah seseorang yang baru muncul hitungan jari menduduki posisi penting di negeri ini licin sekali jadi terserah kalian sajalah tulis Tere Liye.
Menurutnya sistem merit yang pernah digaungkan Prabowo hanyalah ilusi belaka di Indonesia.
Indonesia itu sistem merit cuma ilusi pejabat-pejabat yang tidak nyambung latar belakang pendidikannya tidak jelas pengalaman kerjanya dengan mudah mengangkangi jabatan-jabatan strategis urai Tere Liye.
Ia menyoroti kontradiksi di mana posisi bawah diuji secara ketat dengan persyaratan seperti SKCK passing grade dan penempatan di daerah terpencil sementara jabatan strategis diraih dengan mudah.
Sementara posisi receh paling bawah ditest habis-habisan harus punya SKCK harus tembus passing grade ditempatkan nun jauh di manalah tapi lucunya yang bawah-bawah ini mau kok disuruh-suruh bahkan ada yang membungkuk-bungkuk ketemu atasan hasil nepotisme tambahnya.
Tere Liye mengkritik kondisi Indonesia yang terjebak selama dua puluh tahun tanpa kemajuan signifikan.
20 tahun Indonesia itu stuck begini-begini saja nilai rupiah tiada harganya pendapatan per kapita rendah dibanding negara sebelah sementara utang meroket 3x lebih ungkapnya.
Ia menyebut upah riil buruh stagnan biaya pendidikan melonjak kualitas pendidikan menurun layanan kesehatan mahal hingga banyak warga mampu berobat ke luar negeri seperti Malaysia.
Jangan tanya soal lingkungan hidup hutan hancur lebur polusi udara di mana-mana di sini tuh orang bebas saja bahkan menyebar racun di udara pesta pora mengirim polusi di sekitarnya di sungai-sungai kritik Tere Liye.
Editor: 91224 R-ID Elok (*)

