Repelita Banten - Publik dihebohkan dengan sosok Kezia Syifa, Warga Negara Indonesia asal Banten yang bergabung dengan militer Amerika Serikat.
Kezia mencuat setelah sebuah video menunjukkan dirinya sedang diantar ke bandara untuk keberangkatan menuju tempat tugas.
Setelah menjadi viral, ibu Kezia Syifa bernama Safitri memberikan pernyataan resmi mengenai aktivitas anaknya.
Dia membenarkan anaknya tengah bertugas sebagai tentara di Amerika Serikat dengan status yang sah.
Kezia tergabung dalam National Guard atau Garda Nasional Amerika Serikat dengan penugasan khusus.
Posisinya di kantor mengurusi bagian administrasi dan pendukung operasional kesatuan militer tersebut.
Safitri menjelaskan motivasi utama Kezia bergabung dengan militer yang bukan berasal dari negaranya sendiri.
“Motivasi utamanya adalah pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan diri,” kata Safitri.
Kezia selama ini tinggal dan bersekolah di Amerika Serikat sehingga memiliki akses terhadap berbagai kesempatan.
Bergabung dengan militer bukan merupakan tujuan utama melainkan konsekuensi dari pilihan pendidikannya.
Namun ternyata Kezia bukan satu-satunya Warga Negara Indonesia yang menjadi tentara di Amerika Serikat.
Salah satu sosok yang pernah mencuat sebelumnya adalah Letnan Kolonel Rosita Aruan Orchid Baptiste.
Dia merupakan perwira perempuan di militer Amerika Serikat dengan latar belakang keluarga Batak.
Rosita dikenal sebagai prajurit berdarah Indonesia yang berhasil menembus jajaran perwira menengah Angkatan Darat AS.
Perjuangannya menuju posisi tersebut tidak mudah karena harus melalui berbagai tahapan seleksi ketat.
Dia sempat mengalami kegagalan dalam proses awal namun akhirnya berhasil setelah usaha keras.
Sejak awal kariernya, Rosita menjalani pendidikan militer resmi sesuai standar Angkatan Darat Amerika Serikat.
Pelatihan dasar yang ketat dilaluinya dengan penuh dedikasi dan disiplin tinggi.
Karier militernya dimulai dari jenjang perwira pertama dengan tanggung jawab terbatas.
Dia menapaki tahapan demi tahapan karier secara bertahap melalui pendidikan lanjutan yang berkelanjutan.
Penilaian kinerja secara berkala dan penugasan strategis menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Dalam perjalanannya, Rosita pernah menempati berbagai posisi operasional dan staf di kesatuan berbeda.
Karier militernya melejit setelah mendapatkan penugasan di berbagai negara untuk misi internasional.
Dia pernah ditugaskan di Jerman selama empat tahun dengan tanggung jawab operasional yang signifikan.
Selanjutnya Rosita juga bertugas di Kuwait dan Irak pada periode perang tahun 2025.
Menariknya, dia ternyata memiliki gelar sarjana hukum dari perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Gelar tersebut diperoleh setelah menyelesaikan studi S1 di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
Latar belakang pendidikan hukum itu berperan besar dalam perkembangan karier militernya.
Kenaikan pangkat hingga Letnan Kolonel mencerminkan rekam jejak dan kapasitasnya yang mentereng.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

