Repelita Jakarta - Pernyataan sejumlah petinggi Partai Solidaritas Indonesia yang mempromosikan Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon presiden mendapat tanggapan dingin publik.
Banyak program dan janji-janji yang pernah dilontarkan Gibran dinilai belum terpenuhi secara memadai oleh masyarakat.
Salah satu janji yang mengemuka terkait komitmen menciptakan 19 juta lapangan kerja baru bagi angkatan kerja Indonesia.
Hal itu tampak dalam unggahan akun Instagram @nowdots yang membahas pernyataan Ketua Harian PSI Ahmad Ali.
Ahmad Ali mulai mempromosikan Gibran sebagai calon kuat dalam kontestasi pemilihan presiden tahun 2029.
Unggahan akun tersebut mendapat banyak komentar kritis dari netizen yang menyoroti berbagai persoalan.
“Bencana Sumatera belum selesai, Berbagai wilayah Jawa Banjir, yang ada di pikiran PSI & Jokowi cuma 2029, Pilpres & 2 Periode 😂 Terlalu terang benderang haus kekuasaan…,” tulis akun @offiziellned.
“Wakil presiden sj masih minus banyak.. mau jadi presiden,” balas akun @mr_kuznadi memberikan tanggapan.
“Janji 19jt lapangan pekerjaan 0 besar, udah kepedean maju 2029. Beraak!,” sindir netizen lainnya dengan nada skeptis.
Ketua Harian PSI Ahmad Ali menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpotensi menjadi kandidat kuat.
Menurutnya Gibran memiliki modal politik besar yang jarang dimiliki tokoh seusianya di panggung nasional.
Pengalaman strategis sebagai Wakil Presiden RI selama satu periode menjadi nilai tambah signifikan.
Pada tahun 2029 usia Gibran baru mencapai 42 tahun dengan pengalaman eksekutif yang cukup matang.
Ahmad Ali menegaskan pengalaman eksekutif tersebut menjadi pembeda utama dibanding tokoh muda lain.
Figur seperti AHY dan Muhaimin Iskandar juga sering disebut sebagai calon presiden potensial.
Selain rekam jejak, posisi Gibran yang relatif independen dari struktur partai tertentu dinilai menguntungkan.
Nilai tambah ini terutama menarik bagi pemilih muda yang menginginkan figur segar di panggung politik.
Publik masih mempertanyakan realisasi berbagai janji kampanye yang pernah diucapkan selama ini.
Isu penciptaan lapangan kerja menjadi sorotan utama mengingat tingginya angka pengangguran.
Bencana alam yang belum tertangani secara maksimal juga menjadi bahan evaluasi kinerja pemerintahan.
Netizen menilai fokus terhadap pemilihan presiden 2029 terkesan mengabaikan masalah mendesak saat ini.
Promosi dini terhadap kandidat tertentu dinilai sebagai bentuk ambisi kekuasaan yang terlalu transparan.
Partai Solidaritas Indonesia perlu membuktikan komitmennya terhadap pembangunan sebelum berkampanye.
Gibran Rakabuming Raka harus menunjukkan hasil nyata dari berbagai program yang telah dicanangkan.
Publik mengharapkan akuntabilitas dan transparansi dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah.
Tanggapan dingin masyarakat menjadi cerminan ekspektasi yang belum terpenuhi secara optimal.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

