
Repelita Jakarta - Pakar telematika Roy Suryo dinilai sedang berada di posisi sulit karena berupaya menyeimbangkan berbagai kepentingan politik yang saling bertentangan.
Menurut Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat Hari Purwanto Roy Suryo saat ini sangat mungkin sedang menjalankan tugas khusus untuk membuka peluang bagi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono maju dalam Pilpres tahun dua ribu dua puluh sembilan.
Upaya tersebut terutama difokuskan pada upaya memastikan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak lagi diajak oleh Presiden Prabowo Subianto untuk maju kembali pada periode kedua.
Semua kemungkinan bisa menjadi pemicu tapi saat ini fokus kepada persoalan yang sudah terekspose ke publik supaya ada kepastian hukum kata Hari kepada RMOL pada Minggu 18 Januari 2026.
Hari menambahkan bahwa meskipun Roy Suryo telah secara resmi mundur dari keanggotaan Partai Demokrat dan tetap dekat dengan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono namun ia juga pernah mengakui kedekatannya dengan Presiden ketujuh Joko Widodo.
Kedekatan itu terutama terkait proyek mobil Esemka di mana Roy Suryo menyatakan dukungannya karena menganggap ide tersebut sangat brilian.
Tak hanya dekat Roy Suryo juga mengakui menjadi pendukung Jokowi karena idenya dianggap brilian Roy Suryo saat ini sedang berselancar di antara dua gelombang dan hasil akhirnya akan happy ending atau crying ending berpulang kepada dirinya pungkas Hari.
Editor: 91224 R-ID Elok

