
Repelita Jakarta - Kecelakaan pesawat ATR empat puluh dua lima ratus yang menabrak Gunung Bulusaraung menambah daftar musibah penerbangan di Indonesia pada bulan Januari.
Pesawat milik maskapai Indonesia Air Transport tersebut pertama kali dilaporkan hilang kontak pada Sabtu tanggal tujuh belas Januari.
Berikut adalah beberapa kecelakaan pesawat lain yang juga terjadi di bulan Januari dalam berbagai tahun.
Pada tanggal sepuluh Januari tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh lima, pesawat Merpati Nusantara Airlines mengalami musibah.
Pesawat dengan jenis de Havilland Canada DHC-6 Twin Otter tersebut jatuh di wilayah Danau Poso di Sulawesi Tengah.
Kecelakaan itu terjadi akibat kerusakan teknis pada salah satu mesin yang digunakan pesawat selama penerbangan.
Penerbangan dengan nomor 6715 itu berangkat dari Kota Bima menuju Ruteng sebelum akhirnya menabrak bukit.
Seluruh penumpang dan awak yang berjumlah empat belas orang dinyatakan tewas dalam insiden tersebut.
Lion Air penerbangan 386 mengalami kecelakaan pada tanggal empat belas Januari dua ribu dua.
Pesawat jenis Boeing tujuh ratus tiga puluh tujuh dua ratus gagal lepas landas dari Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru.
Pesawat tersebut rencananya akan menerbangkan rute dari Pekanbaru menuju Batam saat insiden terjadi.
Seluruh penumpang dan awak yang berjumlah seratus tiga orang berhasil selamat meski pesawat rusak parah.
Garuda Indonesia penerbangan 421 jatuh di Sungai Bengawan Solo pada tanggal enam belas Januari dua ribu dua.
Pesawat Boeing tujuh ratus tiga puluh tujuh tiga ratus itu dalam perjalanan dari Ampenan menuju Yogyakarta.
Pesawat mengalami flameout pada kedua mesinnya saat menghadapi aktivitas badai petir yang parah.
Upaya pendaratan darurat di sungai dangkal mengakibatkan satu orang tewas dan tiga belas lainnya luka-luka.
Adam Air penerbangan 574 hilang kontak di atas Selat Makassar pada tanggal satu Januari dua ribu tujuh.
Pesawat Boeing tujuh ratus tiga puluh tujuh empat ratus itu terbang dari Surabaya menuju Manado sebelum jatuh.
Seluruh penumpang dan awak berjumlah seratus dua orang dinyatakan tewas dalam musibah tersebut.
Penyelidikan menemukan bahwa kecelakaan disebabkan oleh kesalahan pilot dan masalah sistem navigasi.
Sriwijaya Air penerbangan 182 jatuh ke Laut Jawa pada tanggal sembilan Januari dua ribu dua puluh satu.
Pesawat Boeing tujuh ratus tiga puluh tujuh lima ratus itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pontianak.
Kejadian terjadi hanya empat menit setelah pesawat meninggalkan bandara dan menewaskan seluruh penumpang.
Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi menyebut thrust asymmetry sebagai faktor penyebab.
Kecelakaan terbaru melibatkan pesawat ATR empat puluh dua lima ratus milik Indonesia Air Transport.
Pesawat yang membawa sepuluh orang itu jatuh di Gunung Bulusaraung saat terbang dari Yogyakarta ke Makassar.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengategorikan kecelakaan sebagai Controlled Flight Into Terrain.
Tim SAR gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.
Investigasi masih berlangsung untuk menentukan faktor cuaca dan kondisi operasional yang berpengaruh.
Setiap kecelakaan pesawat menjadi pelajaran berharga bagi peningkatan keselamatan penerbangan nasional.
Data dan temuan investigasi digunakan untuk menyempurnakan regulasi dan prosedur operasi penerbangan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

