Repelita Yogyakarta - Pakar hukum tata negara Prof Zainal Arifin Mochtar mempersembahkan gelar profesornya kepada orang-orang tertindas dalam pidato pengukuhan sebagai Guru Besar di Universitas Gadjah Mada.
Ungkapan itu mendapat apresiasi luas termasuk dari eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said yang menyampaikan dukungannya melalui unggahan di X pada Jumat 16 Januari 2026.
Sudirman Said menulis bahwa kutipan tersebut sangat tepat menggambarkan perjalanan hidup Zainal Arifin Mochtar yang konsisten jujur dan selalu berpihak kepada kebenaran.
Ia menambahkan bahwa selama ini Zainal Arifin Mochtar sering mengambil jalan yang tidak populer dan berisiko demi menjaga akal sehat serta keadilan.
Menurut Sudirman Said dari kampus hingga ruang publik dari kelas hingga medan advokasi ilmu yang dirawat Zainal Arifin Mochtar selalu mengarah pada penegakan keadilan.
Sudirman Said menyatakan bahwa pengukuhan sebagai Guru Besar bidang hukum kelembagaan negara di UGM bukan sekadar capaian akademik melainkan peneguhan sikap hidup yang telah dijalani selama ini.
Ia berharap gelar profesor tersebut membuat langkah Zainal Arifin Mochtar semakin kuat suaranya semakin panjang serta keberpihakannya tetap utuh tanpa tergoyahkan.
Sudirman Said juga mendoakan yang terbaik bagi Zainal Arifin Mochtar serta bagi orang-orang tertindas yang dibela meskipun mungkin tidak pernah bertemu secara langsung.
Ia menuturkan bahwa semoga mereka mengetahui bahwa masih ada ilmu yang berdiri teguh di sisi mereka dalam perjuangan mencari keadilan.
Zainal Arifin Mochtar dikukuhkan sebagai Guru Besar di Balai Senat Universitas Gadjah Mada pada Kamis 15 Januari 2026.
Pidato pengukuhannya berjudul Konservatisme yang Menguat dan Independensi Lembaga Negara yang Melemah Mencari Relasi dan Mendedah Jalan Perbaikan.
Dalam kesempatan tersebut Zainal Arifin Mochtar mempersembahkan gelar profesornya kepada orang-orang tertindas para pencari keadilan para pembaharu di tengah kesumpekan serta mereka yang ditahan secara sewenang-wenang.
Ia juga mempersembahkan gelar itu kepada teman-teman aktivis yang masih berstatus tersangka serta orang-orang yang hidup dalam keseusahan.
Zainal Arifin Mochtar menegaskan bahwa kepada merekalah ia mempersembahkan keprofesoran ini sebagai bentuk keberpihakan ilmu kepada keadilan.
Editor: 91224 R-ID Elok

