Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Pandji Pragiwaksono Kritik Pemerintah Prabowo: Ingin Dekat Rakyat Tapi Tak Paham Cara Berkomunikasi

Repelita Jakarta - Komika Pandji Pragiwaksono menyampaikan pandangannya mengenai ajakan pemerintah agar media dan influencer lebih banyak menyuarakan hal positif terkait penanganan bencana di wilayah Sumatera.

Pandji menyatakan pemahaman atas niat baik dari pemerintah tersebut.

Secara blak-blakan, ia menjelaskan bahwa pesan utama dari pihak berwenang bukanlah permintaan formal, melainkan teguran agar semua pihak tidak berbicara sembarangan.

"Itu intinya," ujar Pandji dalam konten yang diunggah pada kanal YouTube Pandji Pragiwaksono tanggal 7 Januari 2026.

Ia menekankan perlunya pemahaman mendalam terhadap situasi aktual di lapangan Sumatera.

Menurutnya, tingkat keparahan dampak bencana kali ini bahkan melampaui peristiwa tsunami Aceh tahun 2004.

Informasi tersebut diperoleh Pandji dari sahabat dekat yang telah menyaksikan langsung kondisi terkini di sana.

Banyak relawan sipil, termasuk teman-temannya, sering kali tiba lebih awal di lokasi tertentu dibandingkan tim resmi pemerintah.

Namun, hal itu tidak berarti aparatur negara tidak berupaya keras.

Ada pula wilayah-wilayah di mana tim pemerintah justru mendahului kedatangan masyarakat sipil.

Pandji mengakui dedikasi tinggi dari personel aparat, termasuk tentara dan polisi yang bekerja hingga kelelahan ekstrem.

Para sahabatnya yang terjun langsung menceritakan bagaimana anggota TNI dan Polri nyaris kehabisan tenaga demi membantu warga.

Meski demikian, Pandji menilai tidak pantas jika pemerintah langsung menyalahkan publik atas kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai langkah-langkah yang telah diambil.

Tanggung jawab utama ada pada pemerintah untuk memastikan informasi upaya mereka dapat diakses dengan mudah oleh rakyat.

Jika masyarakat tidak mengetahui, kemungkinan besar karena penyampaian data dari pihak berwenang belum optimal.

Pandji menyebut bahwa kesalahan semacam ini memang sering menjadi beban bagi setiap pemerintahan.

Ia juga menyoroti masalah klasik pada era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah ingin terlihat dekat dengan rakyat, tetapi kerap kesulitan menemukan cara yang tepat untuk berkomunikasi.

Padahal, banyak buzzer dan influencer yang mendukung mereka tersedia.

Pandji mempertanyakan mengapa sumber daya tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Terakhir, ia berpesan agar para pejabat tinggi tidak memandang media serta influencer kritis sebagai ancaman.

Sebaliknya, mereka harus dilihat sebagai mitra yang memberikan masukan konstruktif bagi kemajuan bangsa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved