
Repelita [Jakarta] - Suasana panas tercipta dalam sebuah diskusi televisi ketika Kurnia Tri Royani, tersangka dalam kasus dugaan penistaan terkait ijazah, menyemprot Damai Hari Lubis dengan pertanyaan keras.
Kurnia secara terbuka mempertanyakan kesetiaan dan komitmen Damai Hari Lubis kepada perjuangan yang selama ini dilakukan bersama Roy Suryo dan kawan-kawan.
Dia melontarkan pertanyaan retoris yang menohong, menanyakan apakah Damai kini telah berubah menjadi "termul" atau alat dalam dinamika politik yang terjadi.
Kurnia mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam, mengingat sebelumnya Damai aktif mendampinginya, bahkan saat berkunjung ke kediaman Joko Widodo di Solo.
Pada kunjungan itu, Damai dengan terang-terangan memakai kaos bertuliskan "Tim Pemburu Ijazah Palsu Joko Widodo", sebuah simbol perlawanan yang kini dianggap telah ditinggalkannya.
Kurnia merasa dikhianati karena dukungan dan pendampingan yang dulu diberikan Damai berbanding terbalik dengan langkah hukum yang diambilnya sekarang.
Damai Hari Lubis sebelumnya telah menyatakan dirinya berada dalam posisi serba salah meski merasa tidak bersalah secara hukum.
Ia menempuh jalur restorative justice untuk memulihkan statusnya dan mendapatkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan dari Polda Metro Jaya.
Damai juga menegaskan bahwa proses itu tidak melibatkan permintaan maaf formal kepada mantan presiden, membantah adanya syarat permintaan maaf dalam penyelesaian kasusnya.
Langkah Damai ini, yang di satu sisi membersihkan namanya secara hukum, di sisi lain dianggap oleh kawan seperjuangannya sebagai bentuk pengingkaran terhadap perjuangan bersama.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

