Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Mens Rea Dinilai Tajam dan Sopan, Pegiat Medsos Sebut Pandji Berhasil Menjungkirbalikkan Wibawa Kekuasaan lewat Komedi Politik

 

Repelita Jakarta - Pertunjukan spesial komedi bertajuk Mens Rea karya Pandji Pragiwaksono yang merupakan show ke-10-nya terus memicu berbagai diskusi publik dalam beberapa waktu terakhir.

Banyak penonton yang menilai pertunjukan tersebut berhasil mengangkat berbagai kejanggalan dan permasalahan sistemik di Indonesia melalui pendekatan komedi politik yang tajam.

Pegiat media sosial Ainur Rohman menyampaikan pandangannya setelah menyaksikan pertunjukan tersebut melalui unggahan di akun X pribadinya.

Ia menggambarkan Mens Rea sebagai sebuah contoh nyata bagaimana komedi politik dapat berfungsi secara efektif dalam menyampaikan kritik sosial.

“Habis fomo nonton Mens Rea. Begitulah komedi politik bekerja,” ujar Ainur di X @ainurohman (5/1/2026).

Menurut Ainur, kekuatan utama dari komedi politik terletak pada kemampuannya untuk mendekonstruksi hal-hal yang selama ini dianggap serius dan sakral, terutama yang berkaitan dengan struktur kekuasaan.

“Yakni dengan cara melanggar sesuatu yang serius atau sakral,” lanjutnya.

Ainur menilai sosok Pandji berhasil membalikkan citra formalitas dan kewibawaan para pejabat dengan menyoroti berbagai perilaku mereka yang sering kali terlihat absurd di ruang publik.

“Menjungkirbalikkan wibawa formal pejabat dengan kelakuan-kelakuan absurd mereka,” tukasnya.

Meskipun mengangkat isu-isu yang sensitif dan tajam, Ainur berpendapat bahwa gaya penyampaian Pandji masih menjaga batas-batas kesopanan dalam berkomunikasi.

“Menurutku sih Pandji tajam, tapi masih sopan ya,” imbuhnya.

Ia kemudian membandingkan pendekatan komedi Pandji dengan sejumlah komedian internasional yang dikenal lebih ekstrem dan tanpa kompromi dalam mengkritik kekuasaan.

“Coba tonton George Carlin, Dave Chappelle, atau Ricky Gervais,” Ainur menuturkan.

Ainur menyebut George Carlin sebagai sosok yang berani membongkar kemunafikan dalam bahasa politik serta struktur kekuasaan dengan logika yang dingin dan analitis.

“Carlin mengoyak-ngoyak kebohongan bahasa politik dan struktur kekuasaan dengan logika sangat dingin dan brutal,” ungkapnya.

Sementara itu, Dave Chappelle dinilainya memiliki tingkat keberanian yang luar biasa dalam membahas isu-isu kompleks seperti ras, kelas sosial, dan politik identitas.

“Chappelle? Keberaniannya membicarakan ras, kelas, dan politik identitas bisa bikin orang nggak nyaman tapi sekaligus terpesona. Genius!,” tambahnya.

Tidak ketinggalan, Ainur juga menyoroti gaya Ricky Gervais yang dikenal sangat frontal dan hampir tanpa sensor dalam materi komedinya.

“Apalagi Gervais. Dia seakan nggak peduli dengan sensor atau yang namanya cancel culture,” terangnya.

Ainur menjelaskan bahwa Gervais sering kali menghadirkan kritik langsung di hadapan para elite yang menjadi sasaran sindirannya tanpa rasa takut.

“Cara dia menyerang elite politik dan Hollywood langsung di depan muka mereka itu brutal banget,” tandasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved