Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Mahfud MD Pastikan Pandji Pragiwaksono Aman dari Jerat KUHP atas Sindiran Mens Rea

 

Repelita Jakarta - Pertunjukan stand up comedy spesial berjudul Mens Rea karya Pandji Pragiwaksono terus menjadi pusat perhatian masyarakat belakangan ini.

Acara berdurasi lebih dari dua jam yang tersedia di platform Netflix tersebut banyak dibahas karena berisi sindiran terhadap beberapa figur politik penting di Indonesia.

Pandji dalam penampilannya menyampaikan lelucon yang mengarah pada Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Tidak hanya itu, nama Ahmad Sahroni dan Raffi Ahmad juga turut disentil dalam materi tersebut.

Institusi Polri pun menjadi objek kritik dari komika ternama ini.

Akibatnya, muncul spekulasi di kalangan publik apakah sindiran tersebut melanggar ketentuan tentang penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terbaru.

Namun, ahli hukum tata negara Mahfud MD menyatakan bahwa isi pertunjukan Pandji tidak dapat diproses secara pidana.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu menegaskan bahwa materi tersebut aman dari jerat hukum.

Kalau itu dianggap menghina, khusus untuk kasus Pandji Pragiwaksono ini, tidak bisa dihukum.

Salah satu alasannya adalah waktu penyampaian konten yang terjadi sebelum aturan baru diberlakukan.

Karena ketentuan ini dimuat di dalam KUHP baru yang berlaku sejak tanggal 2 (Januari), dia mengatakan bulan Desember.

Mahfud menambahkan bahwa tidak ada dasar hukum untuk menjerat Pandji terkait hal ini.

Tidak akan dihukum Mas Panji, tenang, nanti saya yang bela.

Meski begitu, Mahfud mengakui adanya keresahan masyarakat terhadap beberapa pasal dalam KUHP baru yang berpotensi membatasi kebebasan berpendapat.

Ia mendukung upaya pengujian pasal-pasal tersebut melalui judicial review di Mahkamah Konstitusi.

Memang ke depannya itu, makanya saya setuju di bawah ke judicial review, iya dibawa aja.

Sementara itu, Pandji Pragiwaksono menjelaskan bahwa Mens Rea tidak dimaksudkan untuk menyerang pihak atau kelompok spesifik.

Banyak yang salah paham terhadap maksud dari materi yang ia sampaikan di panggung.

Orang berpikir Mens Rea itu dibikin untuk nyenggol ini, nyenggol itu.

Pandji menegaskan bahwa target utama sindirannya adalah masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Yang disenggol oleh Mens Rea, rakyat Indonesia.

Ia menyusun materi dari awal hingga akhir untuk meningkatkan kesadaran penonton tentang peran mereka dalam negara demokrasi.

Dari awal sampai akhir, materi stand up dalam Mens Rea itu untuk bikin semua orang yang tahu dia adalah bagian dari negara demokrasi untuk lebih baik menjadi bagian dari demokrasi.

Pandji juga membahas kondisi politik saat ini yang sering dikeluhkan oleh publik.

Gua ngerasa kondisi politik kita itu sebenarnya tanggung jawab kita juga.

Menurutnya, masyarakat kerap menyalahkan lembaga seperti DPR tanpa menyadari bahwa wakil rakyat mencerminkan karakter rakyat itu sendiri.

Cuma kita sering banget, ih salah ini, salah ini, DPR kacau. Lah DPR kan rata-rata rakyat.

Kan perwakilan rakyat, rata-rata rakyat kayak gitu ya lu dapet orang kayak gitu.

Oleh karena itu, Pandji mengimbau agar masyarakat memperbaiki diri jika mengharapkan perubahan positif di ranah politik.

Kalau nggak pengen dapat orang kayak gitu, yah benahi diri kita. Gue jamin sejamin-jaminnya.

Pandji menjamin bahwa Mens Rea dapat dipahami oleh berbagai kalangan termasuk yang kurang mengerti politik.

Orang nggak ngerti politik, masuk Mens Rea, keluar ngerti. Gue jamin. Belum tentu suka, tapi ngerti.

Polemik ini semakin menyoroti batas antara kebebasan berekspresi dan aturan hukum di Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved