Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Maduro Ditangkap AS, Herwin Sudikta: Siapa Berikutnya? Indonesia?

 Escorted off plane in handcuffs: First video shows Nicolás Maduro in US  custody; wishes agents 'happy new year' at DEA office - The Times of India

Repelita Jakarta – Aktivis media sosial Herwin Sudikta memberikan tanggapan tajam atas penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro Moros oleh pasukan elite Amerika Serikat.

Ia memandang peristiwa itu sebagai preseden berbahaya yang mengancam kedaulatan negara-negara di dunia.

Herwin juga mempertanyakan negara mana yang akan menjadi target selanjutnya dari intervensi serupa.

Venezuela hari ini jadi contoh telanjang, ujar Herwin pada Minggu (4/1/2026).

Menurutnya, kedaulatan sebuah negara dapat dirampas secara sepihak jika bertentangan dengan agenda kekuatan dominan global.

Proses tersebut dilakukan tanpa melalui mekanisme hukum internasional yang berlaku.

Kedaulatan negara bisa dicabut sepihak kalau tak sejalan dengan kepentingan Washington.

Bukan lewat pengadilan internasional, tapi lewat kapal perang dan borgol.

Herwin menegaskan bahwa komentarnya tidak didasari oleh sikap pribadi terhadap Nicolás Maduro.

Yang menjadi sorotan utama adalah dampak jangka panjang terhadap tatanan dunia.

Ini bukan soal suka atau benci Maduro.

Ini soal preseden berbahaya, jika invasi dan penculikan pemimpin negara dianggap wajar, maka hukum internasional resmi jadi dekorasi.

Herwin kemudian mengajukan pertanyaan kritis yang ditujukan kepada komunitas internasional termasuk Indonesia.

Pertanyaannya tinggal satu, siapa berikutnya?

Dan ketika itu terjadi, siapa yang masih berani bersuara?

Indonesia?

Penangkapan Maduro dilakukan bersamaan dengan serangan militer besar-besaran Amerika Serikat terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1/2026).

Operasi itu dipimpin oleh unit Delta Force Angkatan Darat AS.

Presiden Donald Trump secara resmi mengumumkan keberhasilan penangkapan Maduro beserta istrinya Cilia Flores.

Serangan udara sebelumnya menyebabkan ledakan berulang di Caracas yang menyasar instalasi militer serta gedung pemerintahan.

Pemerintah Venezuela menilai tindakan tersebut bertujuan merebut sumber daya alam strategis seperti minyak dan mineral.

Venezuela tetap berkomitmen mempertahankan hak kedaulatan serta penentuan nasib sendiri.

Trump sebelumnya telah meningkatkan hadiah informasi penangkapan Maduro menjadi 50 juta dolar AS pada Agustus 2025.

Maduro dituduh terlibat dalam jaringan perdagangan narkotika berskala internasional.

Dakwaan terhadap Maduro dan pejabat Venezuela lainnya pertama kali diajukan pada 2020 di pengadilan federal New York atas tuduhan konspirasi narko-terorisme.

Editor: 91224 R-ID Elok.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved