Repelita Tapanuli Selatan - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke lokasi bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara memicu beragam respons publik yang menyindir fokus utama pemerintah hanya pada kelapa sawit dan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Presiden secara langsung bertanya kepada anak-anak korban bencana apakah mereka sudah rutin menerima MBG setiap hari.
Ia meminta anak-anak yang sudah mendapatkannya untuk mengangkat tangan sebagai bentuk verifikasi sederhana di lapangan.
"Kita ingin ekonomi kita bangkit, lapangan kerja kita tambah, kita ingin semua anak-anak kita bisa dapat Makan Bergizi, saya minta maaf kalau belum semuanya. Saya minta maaf kita akan bekerja lebih cepat lagi," kata Prabowo di hadapan para pengungsi.
Momen tersebut menjadi bahan sindiran warganet yang menilai MBG selalu menjadi prioritas utama meski di tengah situasi darurat bencana.
Sebuah postingan di media sosial menampilkan gambar Wakil Menteri Desa dengan teks bahwa di tengah bencana Sumatera Prabowo menyebut korban mendapat karunia kelapa sawit yang bisa diolah menjadi BBM, solar, dan bensin.
Netizen lain bereaksi dengan komentar sinis terhadap obsesi pemerintah pada dua isu tersebut.
Ebie Maron menyatakan "Kaya MBG doang yg ada di pikirnya 😏 heran gue".



Oppung Jabiir Simanjuntak menulis "Bahkan sehari sebelum kiamat pun MBG tetep dibagi 👆".
Sindiran tersebut mencerminkan persepsi publik bahwa narasi kelapa sawit dan MBG terus diulang-ulang sebagai jawaban atas berbagai masalah nasional termasuk bencana alam.
Editor: 91224 R-ID Elok

