
Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Arief Rasyad menyebarkan kembali kesaksian politisi senior Panda Nababan mengenai peristiwa tahun 2003 yang melibatkan Luhut Binsar Panjaitan serta adik Presiden Prabowo Subianto, Hasyim Djojohadikusumo.
Kesaksian tersebut terkait upaya pembebasan Hasyim dari tahanan dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.
Arief Rasyad mengaku baru mengetahui narasi tersebut melalui rekaman kesaksian langsung Panda Nababan.
“Baru tau cerita ini, kesaksian politisi senior Panda Nababan soal rahasia tahun 2003,” tulis Arief seperti dikutip pada Jumat 2 Januari 2026.
“Beliau cerita gimana dulu bantuin Luhut Panjaitan buat ngeluarin adiknya Prabowo, Hasyim Djojohadikusumo, dari penjara gara-gara kasus BLBI,” sebutnya.
Proses pembebasan itu melibatkan surat dari pengacara Hotman Paris yang akhirnya mendapat persetujuan dari Jaksa Agung saat itu.
“Lewat surat Hotman Paris, penangguhan penahanan akhirnya disetujui Jaksa Agung,” ujarnya.
Salah satu alasan yang disebutkan adalah karena Hasyim baru saja memeluk agama Kristen.
“Katanya sih, alasannya karena Hasyim baru masuk Kristen. Prabowo dan Hasyim juga bawain ‘sesuatu’ buat Luhut dan Panda,” paparnya.
Arief Rasyad menilai peristiwa tersebut sebagai contoh praktik lobi politik di kalangan elit yang sudah lazim terjadi.
“Hmm lobi politik tingkat tinggi yang lazim dilakuin para elit…,” terangnya.
Dalam rekaman yang dibagikan, Panda Nababan secara terbuka menceritakan bahwa Luhut memintanya untuk membantu membebaskan Hasyim.
Panda kemudian bertemu dengan Jaksa Agung pada masa itu.
Kurang dari satu hari setelah pertemuan, Hasyim langsung dibebaskan.
Keesokan harinya, Prabowo bersama Hasyim mendatangi Panda untuk menyampaikan ucapan terima kasih.
Mereka membawa sesuatu sebagai bentuk penghargaan.
Panda menolak menerima langsung dan meminta agar diberikan kepada Luhut.
“Besoknya datanglah Prabowo sama Hasyim bilang terima kasih. Biasalah bawa sesuatu. Terus aku bilang kasi Luhut. Kasus ini saya tahu dari Luhut. Biar Luhut lah yang kasih ke aku,” ungkap Panda Nababan.
Editor: 91224 R-ID Elok

