
Repelita Wamena - Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Wamena, Papua Pegunungan pada Selasa lalu, seharusnya menjadi kesempatan santai dan menyenangkan.
Dia sempat bermain sepak bola bersama anak-anak dari sekolah sepak bola setempat.
Namun, momen tersebut justru memicu perhatian karena satu kejadian tertentu saat ia berhasil mencetak gol.
Alih-alih menggunakan kepala atau kaki untuk memasukkan bola ke gawang, Gibran terlihat mendorong bola dengan tangan secara terang-terangan.
Tindakan itu jelas merupakan pelanggaran aturan dalam permainan sepak bola.
Wasit yang bertugas di lapangan terlihat tidak memberikan sanksi apa pun, termasuk tidak mengeluarkan kartu atas pelanggaran tersebut.
Kejadian itu terekam dalam video yang kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Banyak warganet menyampaikan reaksi kekecewaan dan kritik terhadap peristiwa itu.
Salah satu netizen menulis, "Main bola sama anak-anak pun dia melanggar aturan.🤥🥱,"
Komentar lain menyatakan, "Kebiasaan langgar aturan, kagak ngelanggar gatel…"
Ada pula yang mengaitkan sikap tersebut dengan karakter pribadi dan latar belakang keluarga.
Seorang pengguna menuliskan, "Kalau sudah karakter susah diubah. Kelihatan orangnya ga bs terima kekalahan. Bukannya bapaknya jg demikian? Ga pernah mau dianggap kalah, makanya sampai apapun dilakukan biar selalu menang,"
Netizen lain menyoroti pentingnya keteladanan dalam kegiatan bersama generasi muda.
Ia menyampaikan, "Karakter yg melekat dr seseorang muncul kapan pun. Apalagi ini di lingkungan generasi muda yg harusnya jadi panutan. Olahraga ini perlu sportivitas tinggi lebih penting drpd sekedar cetak skor abal2,"
Kritik yang lebih keras juga muncul dengan menyatakan, "Nah ini contoh pemimpin yg nyitrain dirinya merakyat tapi curang dan sistem nya dibikin ga fair..kl salah ya dihukum dong, contoh kecil yg menjijikan,"
Editor: 91224 R-ID Elok

