Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] AS Rampas Minyak Venezuela dengan Culik Maduro, Andi Khomeini: Indonesia Kaya SDA Jadi Target Berikutnya?

 Dokter Andi Khimeini Singgung Besaran Gaji Setelah Pemerintah Bakal  Permudah Dokter Asing Masuk Indonesia

Repelita Jakarta - Amerika Serikat dituding menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya hanya untuk menguasai cadangan minyak raksasa negara tersebut.

Operasi militer yang awalnya dibungkus sebagai perang terhadap kartel narkoba kini terbuka motif sebenarnya.

Founder JDN Indonesia, dr Andi Khomeini Takdir Haruni, mengecam intervensi AS yang jelas-jelas bertujuan merebut kekayaan sumber daya alam Venezuela.

"Trump vs Maduro dan istrinya. Dikemas seolah itu untuk demokratisasi Venezuela," ucap Andi Khomeini pada Minggu, 4 Januari.

Tak lama setelah penangkapan Maduro, Presiden AS Donald Trump secara terang-terangan mengumumkan bahwa perusahaan minyak Amerika akan segera masuk dan beroperasi di Venezuela.

"Tak berapa lama, dengan enteng Presiden AS bilang bahwa perusahaan minyak Amrik akan masuk ke Venezuela. Motifnya udah gak malu-malu lagi diutarakan. Merebut paksa sumber daya negara lain," tegasnya.

Andi Khomeini mempertanyakan sikap dunia internasional terhadap tindakan sepihak yang jauh dari alasan awal memerangi narkoba.

Ia lantas memberikan peringatan khusus kepada Indonesia yang juga memiliki potensi sumber daya alam melimpah dan menjadi target serupa.

Sebelumnya, Trump pernah menyatakan secara publik keinginan Amerika Serikat untuk mendapatkan akses penuh atas kekayaan alam Indonesia.

"Ini sudah beda banget situasinya. Posisi Indonesia yang juga kaya SDA bagaimana?," tandas Andi Khomeini.

Jaringan berita Israel Channel 13 juga mengungkap bahwa dalih perang narkoba hanya kedok untuk mengamankan cadangan minyak Venezuela, terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi.

Selain itu, operasi ini bertujuan mengurangi pengaruh Rusia dan China di Amerika Latin.

Angka kematian akibat narkoba asal Venezuela yang diklaim Trump ternyata dilebih-lebihkan jauh dibandingkan data independen.

Trump bahkan menyatakan perusahaan minyak AS akan mengelola sumber daya tersebut hingga terjadinya peralihan kekuasaan.

Tindakan ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk mantan Wakil Presiden AS Kamala Harris yang menyebutnya ilegal.

Politisi Prancis Jean-Luc Mélenchon menjulukinya sebagai penculikan sekaligus perampokan minyak yang biadab.

Sementara itu, pejabat Israel seperti Perdana Menteri Benjamin Netanyahu justru memuji langkah tersebut sebagai keputusan bersejarah.

Pemerintah Venezuela menyebutnya agresi militer murni, menetapkan status darurat, serta mendesak sidang darurat Dewan Keamanan PBB.

Iran dan Rusia termasuk negara yang mengutuk keras karena berpotensi memicu ketidakstabilan global.

Ledakan dan kepulan asap tebal pada Sabtu lalu di Caracas serta wilayah lain semakin menguatkan bukti serangan militer AS.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved