
Repelita Jakarta - Habib Novel Bamukmin, pelapor kasus dugaan penistaan agama terhadap komika Pandji Pragiwaksono, merinci lima poin spesifik dari materi stand up comedy 'Mens Rea' yang menjadi dasar pengaduannya. Rincian ini disampaikannya dalam sebuah program talkshow televisi pada Selasa (27/1/2026).
Poin pertama yang dianggap bermasalah adalah pernyataan yang menyebut alasan masyarakat dalam memilih pemimpin terkadang terkesan aneh-aneh. Habib Novel menangkap pernyataan ini sebagai bentuk penyangkalan terhadap validitas pertimbangan religius, seperti kesalehan ibadah, sebagai dasar penilaian terhadap seorang calon pemimpin.
Poin kedua menyoroti ungkapan yang secara spesifik menyindir preferensi pemilih yang mengutamakan figur yang salatnya tidak pernah bolong. Habib menilai narasi ini berusaha mendikotomikan antara kedisiplinan beribadah dengan kualitas kepemimpinan seseorang, seolah-olah kedua hal tersebut tidak saling berhubungan.
Pada poin ketiga, disebutkan pernyataan yang mempertanyakan jaminan kebaikan seseorang hanya dari ketekunannya menjalankan salat. Poin ini dipersepsikan sebagai upaya meragukan hubungan antara kesalehan ritual dengan akhlak atau integritas moral seseorang dalam kehidupan sosial dan kepemimpinan.
Poin keempat memperkuat keraguan tersebut dengan penegasan bahwa rajin salat tidak serta-merta membuat seseorang menjadi baik. Habib Novel Bamukmin menegaskan bahwa keempat poin awal inilah yang secara kuat ia duga mengandung unsur penistaan agama dan menjadi pokok laporannya.
Sementara itu, poin kelima berisi satire berupa pengumuman pilot pesawat yang mengajak penumpang salat safar berjamaah untuk menghadapi turbulensi. Terkait poin ini, Habib menyatakan masih terbuka untuk mempertimbangkan penarikannya dari laporan, dengan fokus utama tetap pada empat pernyataan sebelumnya yang dinilainya lebih substantif dan problematik.
Habib Novel juga mengonfirmasi bahwa laporannya bukanlah satu-satunya, karena telah tercatat setidaknya sepuluh aduan serupa dari masyarakat yang ditujukan kepada Pandji Pragiwaksono. Kelima poin tersebut kini menjadi bahan pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya dalam mengusut laporan dugaan pelanggaran hukum tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

